AMG Kukuhkan Diri Sebagai Perusahaan Media Berbasis Teknologi

Senin, 04 Desember 2023 – 03:10 WIB
AMG (Alternative Media Group) menghadirkan programmatic DOOH (pDOOH) untuk melengkapi media luar ruang digitalnya di gedung-gedung perkantoran premium di Jakarta. Foto dok AMG

jpnn.com, JAKARTA - Alternative Media Group (AMG) memperbarui pilar bisnisnya yang menjadi dasar pengembangan produk dan layanannya yaitu meliputi D/OOH, Ad Tech dan Creative Experience.

Semangat transformasi tertuang dalam tagline perusahaan, AMGVERSE, From Screens to The Vast Media Universe.

BACA JUGA: Edisi Spesial Akhir Tahun, BRI dan Pelindo Gelar Bazar UMKM untuk Indonesia

“Pandemi yang terjadi beberapa tahun silam kami optimalkan untuk mengakselerasi transformasi perusahaan, baik dengan inovasi teknologi maupun melakukan berbagai bentuk kolaborasi dengan perusahaan global guna menegaskan posisi AMG sebagai perusahaan media berbasis teknologi dan data, atau kami menyebutnya AMG 5.0,” ujar Davy Makimian, CEO sekaligus pendiri AMG.

Berdasarkan studi global yang dilakukan Kantar Millward Brown, di media luar griya (OOH) merupakan format iklan terfavorit di kalangan milenial dan gen Z.

BACA JUGA: Optimistis Kinerja Tahun Buku 2023 Terjaga, Telkom Pastikan Transformasi 5BM Berjalan Lancar

Sebagai digital native, 63% dari mereka memasang ad blocker di gadget-nya untuk menghindari iklan online karena dianggap mengganggu.

Sebaliknya kelompok demografi ini dapat menerima iklan OOH dalam kondisi terbaiknya, bahkan sebagai pengalih perhatian yang menarik.

BACA JUGA: Produksi White Clay Milik SIG Raih Hak Paten dari Kemenkumham

Kondisi terbaik sebuah iklan yang dimaksud adalah ketika penggarapan kreatif iklan OOH menawarkan materi kreatif iklan yang kuat, relevan, lucu, atau menciptakan kisah yang menarik dan mempersonalisasikan pengalaman unik.

Di sinilah peran inovasi teknologi content management system (CMS) pada OOH dibutuhkan untuk mendukung dan memberi keleluasaan kreativitas serta kemampuan kepada brand/pengiklan dalam mewujudkan hal tersebut.

Salah satu contoh konsep yang terbukti mampu menarik perhatian kelompok demografi tersebut adalah penggabungan konten ilusi 3D anamorfik dan penggunaan interaksi 2 videotron atau lebih (echo vision).

Memastikan konsistensinya dalam berinovasi, AMG telah mengembangkan CMS sendiri.

“Selain untuk memudahkan operasional ribuan D/OOH yang kami miliki, inovasi CMS mampu menjawab kebutuhan klien untuk menghadirkan iklan yang lebih relevan dan mampu meningkatkan keterlibatan target audiens, sehingga terlihat menonjol di tengah lanskap OOH yang semakin padat,” tutur Davy.

AMG juga telah resmi memegang intellectual property rights untuk Indonesia dari sebuah perusahaan hiburan terkemuka Korea Selatan yang telah meraih pengakuan di kancah musik internasional.

Hal ini menempatkan AMG sebagai bagian dari sebuah perhelatan besar yang akan menyuguhkan pengalaman tak terlupakan yang dijadwalkan akan berlangsung di tahun depan.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi ratusan karyawan yang turut berkontribusi dalam membangun pertumbuhan dan perkembangan AMG hingga saat ini, memperkuat integrasi ekosistem bisnis yang tangguh untuk menghadirkan inovasi produk dan layanan AMG,” tutur Davy.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler