Amien Rais: Tunjukkan, Kita Punya Banyak Cara Melawan Balik

Senin, 19 September 2016 – 09:46 WIB
Amien Rais. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Puluhan ulama beserta ormas Islam menggelar doa bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (18/9).

Silaturahmi akbar tersebut melahirkan Risalah Istiqlal yang menjadi pedoman bagi umat memilih pemimpin muslim yang baik di Pilkada DKI 2017. 

BACA JUGA: Paslon Ini Pilih Mengalah

"Sejarah mencatat bahwa negara ini merdeka karena dipimpin para ulama, kyai, dai, dan tokoh Islam. Sudah saatnya umat bersatu memilih pemimpin muslim yang baik dan amanah,"  kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr KH. Didin Hafidhuddin dalam keterangan resminya.

Dikatakan, salah satu kriteria pemimpin yang baik adalah orang yang beriman. Bukan pemimpin kasar, arogan, dan suka menggusur rakyat.

BACA JUGA: Golkar-Hanura Tantang PDIP

“Kita doakan DKI dipimpin pemimpin baru. Pemimpin yang cinta umat. Siapa pemimpin terbaik? Yaitu orang yang beriman," katanya.

Menurut KH Bachtiar Nasir, tidak ada politik praktis di masjid karena ini mengenai dakwah siyasah syar'iyyah, yang menjadi tugas para tokoh untuk menyampaikannya kepada umat Islam.

BACA JUGA: Ssst..Sebentar Lagi Bakal Ada Kejutan Soal Pencalonan Diky Candra

"Yang datang di Istiqlal dari kyai hingga anak-anak dan panti asuhan. Kenapa? Karena tokohnya mau bersatu. Kita sudah lobi, tidak ada lagi kelompok muslim yang golput," katanya.

Sementara itu, Hidayat Nur Wahid mengatakan, dari masjid sebuah peradaban dibangun. Dari masjid harus lahir pemimpin Muslim.  

"Masjid Istiqlal artinya masjid yang menghadirkan kemerdekaan. Adalah masjid yang membela kaum lemah, menghadirkan kesejahteraan," katanya.

Sedangkan, Amien Rais mengimbau agar umat Islam tak termakan isu yang tidak benar di media sosial.  

"Jangan sampai kalah oleh suara di media sosial yang belum tentu benar. Tunjukkan, kita juga punya banyak cara melawan balik," katanya.

Usai doa bersama dan tausiah kepemimpinan muslim, para ulama dan tokoh melahirkan kesepakatan bersama yang tertuang dalam Risalah Istiqlal. 

Ini menjadi sikap politik yang diharapkan menjadi pedoman bagi ummat Islam dan partai politik dalam memilih Gubernur DKI Jakarta.

Berikut poin Risalah Istiqlal tersebut :

1. Kepada seluruh ummat Islam agar merapatkan barisan untuk memenangkan pemimpin Muslim yang lebih baik.

2. Diserukan kepada seluruh Partai pro rakyat agar berupaya maksimal untuk menyepakati satu calon pasangan gubernur muslim.

3. Diserukan kepada seluruh ummat Islam agar beramai-ramai menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI 2017.

4. Diserukan kepada umat Islam untuk berpegang teguh kepada agamanya dengan hanya memilih calon muslim dan haram memilih non Muslim dan haram golput.

5. Diserukan kepada kaum muslim untuk menolak, melawan dan melaporkan segala bentuk suap (money politic, serangan fajar).

6. Pentingnya Partai Politik Pro Rakyat untuk memaksimalkan daya yang mereka miliki serta melibatkan seluruh potensi/elemen ummat untuk memenangkan pasangan cagub-cawagub yang disepakati ummat.

7. Mengokohkan ukhuwah dan mewaspadai segala bentuk fitnah dan adu domba yang ditujukan kepada calon diusung oleh ummat.

8. Mengingatkan seluruh Pengurus KPUD DKI, RT/RW yang ditugaskan sebagai KPPS untuk mengawal dan memgawasi jalannya pilkada agar terwujud pilkada yang jujur dan adil.

9. Mengimbau kepada partai yang mendukung calon non muslim untuk mencabut dukungannya. Apabila tidak mengindahkan imbauan maka diserukan kepada ummat untuk tidak memilih partai tersebut. (rl/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Partai Pendukung Bakal Berlomba-lomba Meninggalkan Ahok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler