Aminudin Ma'ruf, Twedy Ginting dan Arief Rosyid Masuk Bursa Calon Menteri

Senin, 15 Juli 2019 – 21:20 WIB
Diskusi yang mengangkat tema peluang kaum milenial dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Noer Fajrieansyah menyambut baik keinginan presiden terpilih RI Joko Widodo mendapatkan menteri muda dan pemberani untuk kabinet 2019-2024.

"Isu akan adanya keterwakilan generasi milenial dalam kabinet Jokowi itu kami sambut dengan baik, tetapi itu bukan hal yang baru karena Jokowi dan pemerintahan sebelumnya sudah memulai hal itu," kata Fajrie dalam sebuah diskusi, Senin (15/7).

BACA JUGA: Erick Thohir Temui Surya Paloh, Johnny: Dia Keluar, Saya Masuk

Namun, Fajrie yang juga pernah memimpin organisasi besar HMI berharap jangan sampai karena isu ini lantas asal dicari anak muda yang terkenal di media sosial, pernah bikin acara dukung-mendukung, lantas ditunjuk jadi menteri.

"Saya harap jangan asal milenial saja tanpa melihat background dan pengalamannya dalam memimpin. Pintar saja tidak cukup, tapi harus punya nyali dan pernah pimpin organisasi besar," tutur Fajrie.

BACA JUGA: Pengusaha Minta 10 Kursi Menteri Diisi Kalangan Profesional

Dalam diskusi dengan tema 'Menakar Peluang Generasi Millenial dalam kabinet Jokowi - Ma'ruf' itu, Fajrie menyatakan anak muda yang pernah memimpin organisasi besar seperti PMII, HMI, GMNI, PMKRI, GMKI tidak akan gagap ketika ditunjuk memimpin organisasi besar seperti kementerian.

"Anak muda yang pernah pimpin pergerakan adalah anak muda yang berani mengeksekusi ide untuk kepentingan banyak orang. Contohnya ada Aminudin Ma'ruf, mantan Ketum PMII yang membangun Samawi kumpulan ulama muda yang mendukung Jokowi," kata Fajrie.

BACA JUGA: Relawan Teman Jokowi Resmi Sodorkan 2 Nama Calon Menteri

BACA JUGA: Relawan Teman Jokowi Resmi Sodorkan 2 Nama Calon Menteri

"Kemudian ada Twedy Ginting, mantan Ketum GMNI dua periode dan alumnus PPRA 48 Lemhannas RI dengan Barisan Nasionalisnya. Bicara anak muda pemberani yang khatam soal nasionalisme dia ini orangnya. Terus ada Arief Rosyid, mantan Ketum PB HMI dengan Gerakan Millenial Indonesia-nya," imbuhnya.

Fajrie mengatakan, memimpin kementerian itu sama saja mengeksekusi kebijakan menggunakan kapal yang besar. "Kalau tidak pernah pimpin organisasi besar kasihan anak muda itu karena tidak mudah memimpin organisasi besar itu," pungkas Fajrie. (*/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sandiaga Uno dan Erick Thohir Akhirnya Bertatap Muka Setelah Pilpres 2019


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler