AMPI Ribut Gara-gara Bibir Sumbing

Tersinggung, Pengurus Kota Tuding DPP Eksklusif

Senin, 16 Juli 2012 – 21:43 WIB

KEJAKSAN – Konflik Partai Golkar Kota Cirebon merembet ke organisasi sayapnya. AMPI Kota Cirebon protes terhadap pengurus DPP-nya, hanya gara-gara pelaksanaan operasi bibir sumbing. Bahkan sampai menyebut nama Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

Ketua DPD AMPI Kota Cirebon, Toto Haryanto menilai DPP eksklusif. Sikap itu membuat AMPI Kota Cirebon tidak respek. Seharusnya AMPI itu tidak harus menurunkan tim yang seperti itu saat pelaksanaan operasi bibir sumbing massal, Jumat (13/7). Mestinya kooperatif dan akomodatif. Kalau ada pembatasan seperti itu AMPI Kota Cirebon terkesan dimarginalkan.

Terkait ketidakhadiran AMPI yang dipimpinnya pada acara operasi bibir sumbing, Toto menjelaskan, dirinya baru mendapatkan informasi itu pada malam Kamis kemarin. Sementara saat itu dirinya harus ke Bogor untuk mengikuti pelatihan asesor. Tidak hanya itu, dirinya bahkan sempat lewat ke RST Ciremai. Tidak ada spanduk yang bertuliskan DPP AMPI. Bahkan DPP juga tidak pernah memberi konfirmasi. Begitu besok pelaksanaan tiba-tiba ditelepon untuk hadir.
 
“Memangnya mudah menghadirkan teman-teman  dengan waktu yang singkat. Tidak mudah kalau mendadak,” ketusnya.

Tapi ia membenarkan, jauh-jauh hari sebelumnya sempat diberi kabar. Pemberitahuan melalui sms perihal kegiatan baksos. Saat Ical datang ke Cirebon. Tapi setelah itu tidak ada konfirmasi, dan mengecek RST Ciremai tidak ada DPP AMPI. “Lain kali ketua DPP harus cerdas memilih orang. Jangan sampai terjadi ketidakharmonisan. Apa sih untungnya statement itu,” tegasnya.

Ia juga membantah tudingan bahwa organisasi yang dipimpinnya hanya terdepan pada persoalan uang.  Itu tidak berdasar dan tidak beralasan. Justru AMPI Kota Cirebon yang mengeluarkan uang untuk menutupi kekurangan, saat kunjungan Ical ke Cirebon beberapa waktu yang lalu. “Urusan duit itu tidak benar. Lha wong saya justru yang mengeluarkan uang,” tandasnya.

Karena itu, Toto meminta pihak DPP untuk tidak sembarangan mengeluarkan statemen di media masa. Apalagi selama kegiatan (operasi bibir sumbing), EO (event organizer) dari mereka. Begitu pun dengan undangan. “Kita hanya diminta hadir saat Ical. Apalagi kegiatan saat Ical yang awalnya di Keraton Kasepuhan justru secara sepihak dibatalkan dan digeser ke Hotel Grage. Akibat itu semua, menimbulkan ketersinggungan dari pihak Keraton Kasepuhan,” paparnya.
 
Sebelumnya, Pengurus DPP AMPI,  Labana Saragih  menyesalkan ketidakhadiran pengurus AMPI Kota Cirebon pada pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing. Padahal dengan lokasi di kota, seharusnya mereka bisa  menghadiri, bukan tidak  hadir sama sekali. “Mereka itu sudah kami undang dan sudah diingatkan. Tapi bisa anda lihat sendiri, mereka tidak hadir di sini. Justru malah dari Kabupaten Cirebon mengirimkan delegasi walaupun hanya satgas,” kata Labana.

Meski tidak secara langsung menyatakan AMPI Kota Cirebon membangkang, namun Labana  menilai  ada yang tidak beres di AMPI Kota Cirebon. Apalagi penyelenggaraan baksos ini adalah DPP. Ternyata oleh daerah seakan diacuhkan.

“Ini nih untuk siapa? Kita sudah capek-capek kerja. Ternyata di sininya (AMPI Kota Cirebon) malah cuek-cuek saja,” tegasnya.

Labana bahkan secara lantang  menyebutkan, AMPI Kota Cirebon justru terdepan urusan uang. Dirinya mencontohkan pada saat kunjungan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) ke Cirebon belum lama ini,  mereka paling  depan  membahas uang.

“Waktu Ical kesini, justru mereka yang paling depan membahas soal uang. Justru acara seperti ini mereka malah tidak kelihatan sama sekali,” pungkasnya.

Operasi Bibir Sumbing

Dalam membantu masyarakat kurang mampu yang menderita bibir sumbing, DPP AMPI bekerjasama dengan Obor Berkat Indonesia (OBI), serta Korem 063 Sunan Gunung Jati, dan Kodim wilayah Cirebon, Jumat (13/7), menggelar operasi bibir sumbing masal di RST Ciremai.

Tampak hadir pengurus DPP AMPI, Labada Saragih, Dandim 0614 Kota Cirebon Letkol Arh Eddy Waluyo, Dandim 0620 Sumber Letkol Arh Jamaah, serta beberapa perwira dari Korem Sunan Gunung Jati.

Pengurus DPP AMPI, Labada Saragih mengatakan, bakti sosial operasi bibir sumbing masal ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kodam III Siliwangi. Karenanya AMPI melibatkan  TNI  dan rumah sakit Ciremai serta OBI. Jumlah pendaftar operasi bibir sumbing ini sebenarnya ada 52 orang. Akan tetapi setelah mengikuti screening test, termasuk kondisi kesehatan, akhirnya yang dinyatakan layak untuk dioperasi  sebanyak  34 orang. Mereka berasal dari wilayah Cirebon. “Ini bentuk kepedulian AMPI membantu masyarakat  yang membutuhkan,”  tandasnya.
 
Ketua Bidang OBI, Anto menambahkan, pada pelaksanaan operasi bibir sumbing, OBI juga memberikan bantuan 12 unit kursi roda. Dan dibagikan dengan cuma-cuma  kepada masyarakat yang membutuhkan.

Anto juga menjelaskan, pelaksanaan operasi ini sebenarnya akan dilaksanakan bulan Oktober. Tapi oleh  DPP AMPI saat itu diminta untuk dipercepat. Akhirnya dilaksanakan bulan Juli. “Alat semua dari Jakarta, RS Ciremai hanya  sebagai tempat operasi saja,” pungkasnya. (abd)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Foke Arogan, Petinggi PAN Kecewa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler