Anak Punk Digelandang

Rabu, 06 Juni 2012 – 09:04 WIB

TASIK – Delapan penggila musik punk rock kemarin (5/6) digelandang polisi di Jalan Sutisna Senjaya Kota Tasikmalaya ke Mapolsek Tawang. Mereka yang berambut mohawk dan berbaju lusuh itu dinilai polisi mengganggu ketertiban umum.

Kapolsek Tawang Iptu Dani Prasetya SH, MH mengatakan operasi tersebut sebagai salah satu bentuk cipta kondisi yang digagas Polda Jabar. Salah salah satu pragramnya yaitu pemberantasan premanisme dan miras,” ujarnya kemarin di Mapolsek Tawang, Kota Tasikmalaya.

Terkait pengamanan anak-anak punk, Dani mengatakan bahwa mereka mengganggu ketertiban umum. “Dengan mengamen dan berpenampilan yang tidak wajar,” tambahnya.

Setelah digelandang, anak-anak punk itu didata dan dibina agar saat melakukan aktivitasnya tidak sampai mengganggu orang lain. “Kita bina, barangkali mereka bisa kembali ke keluarga masing-masing,” lanjutnya.

Para penggemar punk rock yang kemarin dibawa ke Mapolsek Tawang itu bersuara soal mereka yang akhirnya turun ke jalanan .

“Kami pengangguran. Tidak punya pekerjaan tetap jadi lebih memilih ada di jalan, bebas, ngamen, hidup seadanya,” ungkap Arip Sarif Hidayat (22).

Begitu juga diungkapkan Udin Saepudin (19). Pria yang dulu bekerja sebagai bengkel tambal ban, itu turun ke jalanan karena pendapatan menjadi tukang penambal ban dirasanya minim. “Tapi sekarang rasanya ingin punya pekerjaan lagi,” akunya.

Asep Hidayatuloh berharap pemerintah bisa memberi peluang atau kesempatan pekerjaan bagi anak punk. “Kalau kami punya pekerjaan, tentu enggak begini,” paparnya. (dem)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapolri dan Panglima TNI Cek Kesiapan Sail Morotai


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler