Anak Tercebur Sumur saat Ibu Sibuk Memasak

Jumat, 12 Januari 2018 – 11:01 WIB
Ilustrasi POlice line. Foto: AFP

jpnn.com, SURABAYA - Seorang bocah perempuan bernama Anastasya Windi Aulia tewas setelah tercebur sumur pada Rabu (10/1).

Orang tuanya yang indekos di Pagesangan, Jambangan, tidak menyangka akan kehilangan putri tunggalnya tersebut untuk selamanya.

BACA JUGA: Kuras Sumur Malah Tenggelam

Hari itu Anastasya menjalankan aktivitas seperti biasa. Sepulang sekolah dari TK Al Badriyah, dia asyik bermain di rumah.

Setelah itu, bocah 6 tahun tersebut meminta dimandikan. Namun, ibunya, Lamliyah, sedang repot memasak di dapur.

Anastasya merengek. Tangisan itu makin menjadi karena ibunya tidak juga mengindahkan.

Dia kemudian keluar rumah. "Ibunya biasa saja, dipikir cuma main di halaman kos," ujar Kanitreskrim Polsek Jambangan Iptu Suparlan.

Setelah memasak, Lamliyah mencari Anastasya. Berkeliling ke rumah-rumah tetangga, dia tidak juga menemukan putrinya.

Pukul 14.00, Suwandi, suaminya, pulang kerja dan langsung membantu mencari.

Kekhawatiran mereka menjadi. Hujan deras sedang mengguyur saat itu.

"Orang tuanya akhirnya memutuskan untuk melapor ke kami, pas magrib," tambah Suparlan.

Pencarian dilakukan lagi dengan lebih intensif. Unit Reskrim Polsek Jambangan turun ke lokasi untuk mencari Anastasya.

Kecurigaan muncul ketika mereka melihat sumur yang berada persis di belakang kos.

Sumur tersebut terbengkalai. Kedalamannya 4-5 meter. Sumur itu memiliki air yang tidak layak digunakan.

"Baunya banger," ujar perwira dengan dua balok di pundak itu.

Bertahun-tahun sumur tersebut ditutup lembaran seng. Saat itu penutup sumur tergeser.

Tinggi badan sumur tersebut dari tanah hanya sebatas paha orang dewasa.

Salah seorang anggota keluarga Anastasya berinisiatif untuk meraih galah. Dia mengecek kemungkinan Anastasya jatuh ke sumur tersebut.

"Eh lah kok beneran, galahnya menyentuh sesuatu yang saat mau diangkat berat," kata Suparlan.

Bantuan datang. Mereka mengevakuasi tubuh bocah kelahiran Jember tersebut dari sumur.

Evakuasi tidak sulit dilakukan karena jarak antara bibir sumur dan permukaan air hanya 1 meter. Tubuh bocah malang tersebut sudah mengambang.

Begitu Anastasya diangkat, Suparlan memanggil tim Inafis Polrestabes Surabaya yang langsung melakukan otopsi luar.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Atas permintaan orang tua, Anastasya dipulangkan setelah beberapa saat di RS Bhayangkara, Gayungan.

Jenazah Anastasya dibawa ke kampung halaman orang tuanya, Sampang, Madura, malam itu juga. Semua biayanya ditanggung petugas.

"Anggap saja ini sebagian dari ibadah kami, dari Polsek dan Kecamatan Jambangan," kata Suparlan. (bin/c7/ayi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler