jpnn.com - MALANG - Calon presiden (capres) Joko Widodo menyayangkan pernyataan mantan anggota Tim Mawar Kopassus TNI, Kolonel (purn) Ruby yang melontarkan ancaman terhadap orang-orang yang bicara negatif tentang Prabowo Subianto. Capres yang dikenal dengan sapaan Jokowi itu menganggap ancaman yang dtebar Ruby telah mencederai demokrasi dan hak asasi manusia.
"Tak bisa demokrasi, pilpres, dengan ancaman. Itu tidak baik," ujar Jokowi di Bandara Abdurahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (27/6) malam.
BACA JUGA: Gubernur Sulteng Janjikan 70 Persen Suara untuk Prabowo-Hatta
Jokowi mengatakan, demokrasi di Indonesia masih dalam tahap pembelajaran. Karenanya, tidak sehat jika dicampuri perilaku-perilaku buruk seperti intimidasi dan kekerasan.
Meski begitu, Jokowi yakin ancaman Ruby tersebut tidak berpengaruh terhadap hasil pemilu presiden (pilpres) mendatang. Dengan gaya khasnya yang santai, Jokowi mengaku tidak ambil pusing menghadapi intimidasi. "Saya ndak mikir," ujar capres nomor urut 2 ini.
BACA JUGA: Dibolehkan Berpuasa Tidak Ikut Jadwal Pemerintah
Seperti diberitakan salah satu koran nasional, Ruby mengaku akan bergerilya mencari orang-orang yang bicara ngawur tentang Prabowo. Hal tersebut dinyatakannya menanggapi pernyataan mantan Panglima ABRI, Wiranto yang menyebut Prabowo sebagai inisiator tunggal penculikan aktivis prodemokrasi sekitar tahun 1997-1998.
"Mulai saat ini kami akan bergerilya mencari orang-orang yang bicara tak bertanggung jawab," ujarnya.(dil/jpnn)
BACA JUGA: Pengumuman Kelulusan CPNS Papua Diperlakukan Khusus
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Anggap Kubu Prabowo Sudutkan Revolusi Mental karena Iri
Redaktur : Tim Redaksi