Andrea Dovizioso Sampai Kutuk Diri Sendiri

Selasa, 22 Mei 2018 – 12:23 WIB
Andrea Dovizioso. Foto: AFP

jpnn.com, LE MANS - Rider Ducati, Andrea Dovizioso belum bisa move on dari kegagalannya di MotoGP Spanyol dan di MotoGP Prancis.

Ya, di dua balapan awal Eropa, Dovizioso gagal finis. Di Jerez, Dovi sama sekali tidak salah karena ditabrak rekan setimnya sendiri Jorge Lorenzo. Tapi di Le Mans, kesalahan murni ada di tangannya.

BACA JUGA: Zarco ke KTM, Muncul Nama Baru Calon Pengganti Pedrosa

Pembalap Italia tersebut mengutuk dirinya sendiri saat terjatuh di lap 5 GP Prancis Minggu malam lalu. ''Itu benar-benar bukan Dovizioso, '' katanya sangat menyesal.

"Kecelakaan seperti ini bisa terjadi kalau pembalap sedang berada dalam limit. Tapi tidak bisa diterima ketika anda sedang memegang kontrol balapan. Kesalahan yang sangat bodoh,'' imbuhnya kesal dilansir GP One.

BACA JUGA: Lihat! Andrea Dovizioso Celaka, Kecewa, Dibonceng ke Paddock

Semakin menyakitkan karena insiden tersebut terjadi hanya sesaat setelah Dovi sukses memimpin lomba. Dia merasa manuver paling krusialnya terjadi saat berhasil menyalip rekan satu timnya Jorge Lorenzo. '' Saya ingin segera menyalipnya. Karena Jorge membalap sama persis seperti di Jerez (sering melebar karena kekurangan traksi ban)," katanya.

Dovi memprediksi setelah berhasil menyalip Lorenzo saat itu, tugasnya akan lebih ringan. Karena menurutnya, di saat yang sama, Marquez masih kesulitan mendapatkan suhu ideal pada ban belakangnya. Seperti diketahui Marquez adalah satu-satunya pembalap yang memasang ban belakang hard.

BACA JUGA: Marquez Menang, 6 Pembalap jadi Korban di MotoGP Prancis

Ban keras butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan suhu ideal. '' Kesalahan seperti ini semestinya tidak boleh terjadi saat Anda bertarung menghadapi seorang Marquez, '' sesal Dovi.

Benar saja, Marquez mengaku harus menahan diri untuk tidak menggeber motornya di lap-lap awal. Karena tiga pembalap di depan, Andrea Iannone (Suzuki), Dovi, dan Zarco terjatuh akibat terlalu bernafsu untuk berduel saat suhu ban belum memadai.

Marquez menyebut satu-satunya pembalap yang dia khawatirkan bakal memberi perlawanan di Le Mans adalah Dovi. Karena sepanjang akhir pekan, pace balapnya setara atau lebih mumpuni dari Marquez. '' Dengan Dovi ada di depan, situasinya pasti akan berbeda, '' aku Marquez memprediksi jika Dovi bisa membalap sampai akhir seperti dilansir Crash.

Marquez menjelaskan pada latihan bebas keempat (FP4) dia berada cukup lama di belakang Dovi. Dari sana, juara dunia enam kali tersebut sadar jika Dovi memiliki kecepatan untuk bisa merebut kemenangan.

"Karena itu, saya tahu pilihan ban (Dovi) yang lebih lunak adalah bagian strategi bahwa dia ingin segera melarikan diri di lap-lap awal. Dan itu berbahaya, '' tambah Marquez.

Kini Dovi berada di posisi sulit. Keunggulan satu poin pada klasemen pembalap saat seri MotoGP memasuki tanah Eropa kini menjadi berbalik. Dia tertinggal nyaris 50 poin, tepatnya 49 angka dari Marquez.

"Aku bisa kehilangan peluangku menjadi juara dunia (karena insiden ini). Sekarang banyak poin yang harus dikejar. Tapi semuanya belum berakhir, karena masih berada di awal musim," tandas Dovi yang posisinya kini anjlok ke peringkat sembilan klasemen pembalap.

Di seri berikutnya GP Italia Dovi yakin Ducati akan lebih cepat dari Le Mans. Meski begitu, jika melihat performa solid Marc Marquez dia tidak berani memprediksi di mana posisi Ducati di balapan kandangnya nanti. '' Kami pasti akan lebih cepat. Tapi secepat apa, saya tidak tahu. Karena ada banyak perbedaan di setiap balapan, '' tandasnya. (cak)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sah! Sirkuit Le Mans jadi Tuan Rumah MotoGP hingga 2026


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler