Aneh, Patok Pembebasan Lahan Tol jadi Melebar

Jumat, 03 Februari 2017 – 16:40 WIB
Pembangunan jalan tol. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Sejumlah warga Desa Ambokembang, Kedungwuni, Pekalongan, yang tanahnya terkena imbas pembangunan Jalan Tol Pemalang-Batang, Jateng, merasakan ada keanehan.

Pasalnya, patok pemasangan batas pembebasan tanah ternyata melebihi kesepakatan.

BACA JUGA: Proyek Tol Trans Jawa di Tegal Tunggu Putusan MA

Masalah itu menimpa lima rumah warga tepatnya Rt 29 Rw 14 Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni.

Diantaranya milik Darjo, Eko Ardiyanto, Sumitri, Slamet dan Rukita. Saat dilakukan pemasangan patok oleh petugas, ternyata tidak sesuai dengan batas pembebasan tanah yang sudah dibayarkan, bahkan melebar.

Toharjo warga Rt 29 Rw 14 Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni kepada Radar Pekalongan (Jawa Pos Group) mengaku kaget lantaran ketika pematokan batas, tanah miliknya melebar hingga lebih beberapa meter dari kesepakatan sebelumnya.

"Tanah milik saya tiba-tiba ketika dipasang patok melebar lebih dari beberapa meter, padahal sebelumnya sudah tertera titik-titik mana yang kena," ungkapnya.

Sedangkan empat patok lainnya, kata dia yakni ada di rumah milik Sumitri dengan melebar 10 meter, kemudian sebelah rumah Eko undur 13 meter, patok di jalan depan Mushola dan depan rumah milik Slamet mundur 3 meter.

Sementara ketika ditanyakan kepada salah seorang petugas yang melakukan pemasangan patok, hanya menjawab dirinya cuma melaksanakan tugas yng tidak tahu menahu permasalaha tersebut.

"Saya tanya kepada petugas, malah jawabnya hanya menjalankan tugas, padahal dari kami warga sendiri butuh kejelasan supaya masalah ini tidak berlarut-larut," lanjutnya.

Sementara Ketua FB LMP Kabupaten Pekalongan, M Saim menambahkan bahwa timbulnya permasalahan yang menimpa sejumlah warga tersebut pihaknya ikut membantu dalam menyelesaikan masalah.

Namun ketika dirinya menanyakan kepada PT yang mengerjakan belum ada jawaban yang pasti.

"Saya sudah berusaha menanyakan kepada petugas namun belum ada kejelasan, bahkan seakan-akan lempar tanggung jawab dengan alasan tidak tahu dan hanya melaksanakan tugas," imbuhnya.

Radar Pekalongan berusaha mengkonfirmasi kepada pihak PT yang menangani lokasi tersebut, namun nomor telephone yang dihubungi selalu sibuk. (yon)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler