Anggapan Bagi Penderita Kanker ini Salah, Akibatnya Bisa Fatal!

Senin, 26 April 2021 – 11:28 WIB
Makanan sumber omega-3. Foto: Hellosehat

jpnn.com, JAKARTA - Anggapan penderita kanker tidak boleh mengonsumsi minyak atau lemak, salah.

Menurut Vice Chairman Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Dokter Ida Gunawan, lemak memiliki peran untuk pengidap kanker, khususnya untuk keperluan pemenuhan nutrisi tubuh.

BACA JUGA: Tren Riasan Bulan Ramadan Warna Alam dan Natural, Lebaran?

“Minyak itu tetap perlu dikasih ke pasien kanker untuk memenuhi nutrisi tubuh, dengan catatan minyak yang diberikan merupakan minyak yang baik," ujar dokter Ida dalam sebuah webinar, dikutip Senin (26/4).

"Kita kenal sebutannya lemak, itu harus ada omeganya. Bisa omega 3, omega 6, dan omega 9,” katanya menambahkan.

BACA JUGA: Bau Mulut Saat Puasa, Hindari Minuman ini Ketika Sahur

Dokter spesialis ahli gizi ini memastikan, penderita kanker justru akan mengalami malnutrisi, jika kebutuhan lemak tidak seimbang.

Pasien kanker membutuhkan 1-2 gram kandungan lemak omega 3 setiap hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

BACA JUGA: Bunda, Anak Berisiko Obesitas jika Menu ini jadi Makanan Utama

Jumlah 1-2 gram itu harus dibagi ke menu dan jadwal makanan secara merata, sehingga kebutuhan nutrisi pasien kanker bisa terpenuhi.

“Beberapa contoh lemak baik yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan lemak bagi pasien kanker misalnya itu kandungan omega 3 di dalam ikan, itu ikannya bisa ikan kembung atau ikan tongkol. Banyak sekali jenis ikan,” kata Ida.

Sementara untuk minyak yang digunakan untuk memasak dengan berbagai teknik seperti ditumis atau cah disarankan merupakan minyak nabati dan tidak digunakan dalam jumlah yang banyak.

Ia mencontohkan minyak yang dapat digunakan seperti minyak zaitun dengan takaran setengah sendok teh perharinya.

“Jadi minyak itu perlu, tapi tidak bisa digunakan dengan teknik menggoreng deep fried seperti yang sering kita temukan pada umumnya,” ujar Ida.

Pengidap kanker kerap kali mengalami malnutrisi karena banyak menghindari kandungan penting seperti karbohidrat dan lemak (minyak) dengan anggapan bisa memberikan efek yang lebih buruk.

Contoh kecilnya, berdasarkan survei yang dilakukan kepada pengidap di Rumah Sakit Dharmais Jakarta pada awal April 2021 didapatkan hasil 30 persen dari 300 pasien kanker mengalami malnutrisi.

Salah satu yang menjadi faktor terjadinya malnutrisi pada pasien kanker karena usai mendengar vonis kanker, pasien justru malah menjalani pola makan yang salah seperti layaknya berdiet.

“Banyak yang salah kaprah, saat tahu kena kanker justru malah menjauhi daging,telur, dan justru hanya makan sayuran."

"Mereka justru malah menjalani diet vegetarian, padahal seharusnya tubuh pasien membutuhkan gizi yang komplit dan seimbang karena kebutuhan nutrisi pengidap kanker sebenarnya tinggi sekali khususnya yang menjalani pengobatan,” kata Ida.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler