Anggota Exco Sebut PSSI Menaturalisasi Pemain Tua

Sabtu, 20 Desember 2014 – 15:54 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Djamal Aziz menyebut Indonesia salah melakukan naturalisasi pemain sepakbola. Sebab, Indonesia menaturalisasi pemain yang sudah berusia tua.

"Kita memang naturalisasi, tapi ya maaf yang dinaturalisasi umur 37," kata Djamal dalam diskusi "Sepakbola adalah Kita" di Cikini, Jakarta, Sabtu (20/12).

BACA JUGA: Saat jadi Pemain Amatir Ramping, Setelah Profesional Gendut

Padahal, lanjut Djamal, pemain bola internasional banyak yang berhenti ketika menginjak usia 37. Salah satu contohnya adalah Thierry Henry. "Nah, ini kita yang naturalisasi umur 37," ujarnya.

Menurut Djamal, Indonesia seharusnya menaturalisasi pemain yang berusia muda. "Naturalisasi itu harusnya di bawah 20 tahun atau paling tua seharusnya 20," ucapnya. 

BACA JUGA: Mourinho Mulai Waspadai Kebangkitan MU

Selain naturalisasi, persoalan lainnya adalah anggaran yang diberikan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menurut Djamal, plot anggaran untuk Kemenpora tidak masuk akal, karena hanya sebesar Rp 2,9 triliun.

Anggaran itu, kata Djamal, digunakan untuk semua cabang olahraga termasuk sepakbola. "Bagaimana enggak mencret, suruh berprestasi
duitnya enggak ada," tandasnya. (gil/jpnn)

BACA JUGA: Pelatih Thailand Janjikan Sampanye untuk Rakyatnya

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tommy Welly: Match Fixing Semacam Penyakit Sosial


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler