Anggota TNI yang Hilang Diterkam Buaya Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Selasa, 04 Oktober 2022 – 15:07 WIB
Jasad Serda Ahmad Ismi La harjilun, anggota TNI-AD di Kepulauan Sula yang dilaporkan hilang diduga akibat diterkam buaya pada Minggu (2/10) di perairan Sulabesi berhasil ditemukan (ANTARA/Abdul Fatah)

jpnn.com - TERNATE - Anggota TNI dari Kodim 1510/Sula Serda Ahmad Ismi La Hardjilun yang dilaporkan hilang diduga akibat diterkam buaya, Minggu (2/10) di perairan Sulabesi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Maluku Utara.

"Anggota Kodim 1510 Kepulauan Sula ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Basarnas Ternate Fathur Rahman dihubungi dari Ternate, Selasa (4/10). 

BACA JUGA: Anggota TNI Hilang Diterkam Buaya, Tim SAR Gabungan Bergerak

Dia menyatakan Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban pada operasi SAR hari kedua sekitar pukul 09.25 WIT di koordinat 2° 4'33.00"S / 125°51'18.00"E atau 0.45 NM arah Selatan dari LKP.

"Selanjutnya Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban ke darat, kemudian dibawa menuju ke rumah duka di Desa Paratina untuk diserahkan kepada pihak keluarga," katanya.

BACA JUGA: Hati Kami Senang Bisa Dekat dengan Prajurit TNI

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian seorang anggota Kodim 1510/Sula yang dilaporkan hilang karena diterkam buaya saat mencari ikan bersama dua rekannya.

Berdasarkan laporan saksi, Serda Ahmad Ismil La Hardjilun dilihat sudah diterkam buaya. Kedua rekannya berusaha untuk menolong dengan cara memanah buaya tersebut.

BACA JUGA: Jenderal Andika Tegaskan Oknum TNI Terlibat Tragedi Kanjuruhan Disanksi Pidana

“Namun, buaya tersebut melarikan diri dengan membawa korban masuk ke dalam air sampai tidak terlihat," kata Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman dihubungi, Senin (3/10). 

Berdasar informasi dari saksi, kata Fathur, kronologi kejadian bermula pada Minggu (2/10) sekitar pukul 14.50 WIT, korban Serda Ahmad Ismil La Hardjilun bersama kedua rekannya, Praka Budiarjo Umasugi dan Ongen, pergi ke Desa Paratina Kabupaten Kepulauan Sula. 

Mereka berniat untuk memanah ikan di sekitar perairan desa tersebut. 

Saat itu, kedua saksi melihat korban Serda Ahmad Ismil La Hardjilun diterkam buaya.

Kedua rekannya berusaha untuk menolong dengan cara memanah buaya tersebut, namun tidak berhasil. 

Sekitar pukul 00.20 WIT, Tim Rescue Unit Siaga SAR Sanana berkoordinasi dengan Kodim 1510/Sula. Kantor Basarnas Ternate berkoordinasi dengan Korem 152 Baabullah untuk mekanisme pencarian korban.

Menurut Fathur, karena pencarian pada malam hari sangat tidak efektif, yang mana jarak pandang sangat terbatas dan juga banyak ancaman binatang buas, sehingga proses pencarian dilanjutkan pada pagi hari kemarin. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler