Angin Rusak Puluhan Rumah, Warga Tertimpa Kayu

Senin, 13 November 2017 – 08:35 WIB
Rumah rusak akibat angin puting beliung. ILUSTRASI. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, PASURUAN - Angin kencang yang menerjang kawasan Purwosari, Pasuruan, pada Sabtu (11/11) tidak hanya merobohkan papan reklame di Desa Martopuro, tetapi juga merusak puluhan rumah warga di Desa Sekarmojo dan Kertosari.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, lokasi yang terdampak paling parah berada di Dusun Mojo, Desa Sekarmojo.

BACA JUGA: Diterjang Angin Puting Beliung, 22 Rumah Rusak di Tobasa

Sebab, di dusun itu, sedikitnya 60 rumah rusak. Baik berat, sedang, maupun ringan.

Lantas, sekitar 18 rumah di Desa Kertosari rusak sedang dan ringan.

BACA JUGA: Sekolah Diterjang Angin Kencang, Siswa Ngungsi ke Musala

"Saat itu hujan disertai petir turun dahulu. Kemudian, muncul angin yang merusak rumah warga di dua desa wilayah di Kecamatan Purwosari," kata Camat Purwosari Eka Wara Brehaspati.

Selain rumah warga, angin tersebut memorakporandakan pohon. Banyak pohon yang tumbang. Bangunan lainnya seperti kandang ternak juga rusak.

BACA JUGA: Rilis Angin Kencang, Noh Salleh: Saya Ready untuk Indonesia

Berdasar pantauan koran ini kemarin pagi, banyak warga yang bekerja bakti di Dusun Mojo, setelah kejadian Sabtu lalu itu.

"Di tempat kami, 22 rumah rusak berat dan sedang. Atapnya disapu angin. Bahkan, ada atap yang jebol lantaran tertimpa pohon. Sisanya, 38 rumah, rusak ringan," ucap Kades Sekarmojo Kunto Dewo.

Kunto, panggilan akrab Kades Sekarmojo, menjelaskan bahwa angin kencang juga mengakibatkan warga terluka.

Setidaknya, dua warga tertimpa kayu penyangga plafon rumah yang jebol akibat diterjang angin.

Yakni, suami-istri Sunarto, 40, dan Diah Astuti, 25. Pasangan di Dusun Mojo tersebut langsung dilarikan ke UGD Puskesmas Purwosari untuk mendapat perawatan medis.

Keduanya tidak sampai opname. Mereka sudah bisa kembali pulang ke rumahnya pada malam.

"Leher saya tertimpa kayu dan istri kena di kepala. Hanya luka memar. Sempat dibawa sebentar ke puskesmas. Setelah selesai, langsung pulang. Saat kejadian, kami berada di dalam rumah," tutur Sunarto saat ditemui koran ini di kediamannya.

Setelah kejadian itu, warga yang rumahnya mengalami kerusakan berharap ada bantuan dari Pemkab Pasuruan untuk perbaikan kembali rumah mereka.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Pasuruan secepatnya menginventarisasi jumlah rumah yang menjadi korban amukan angin tersebut.

Sedikitnya, ada total 78 rumah yang rusak. Perinciannya, 60 rumah di Desa Sekarmojo dan 18 rumah di Desa Kertosari.

BPBD bahkan menyiapkan perbaikan dengan menggunakan anggaran dari dana sosial tidak terencana.

Kemarin BPBD meninjau lokasi dengan didampingi dinas teknis terkait. Di sana BPBD mendata rumah warga yang rusak.

Pendataan di lapangan dilakukan mulai pagi hingga selesai. Perangkat Desa Sekarmojo dan Desa Kertosari ikut mendampingi.

"Data awal sudah kami terima dari Pemdes dan kecamatan setempat, lalu langsung kami tindak lanjuti dengan pengecekan lapangan sekaligus inventarisasi kerusakan. Nantinya, warga yang rumahnya rusak akibat bencana itu dapat mengajukan bantuan dana untuk perbaikan," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bhakti Jati Permana. (zal/fun/c20/end/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Angin Puting Beliung Hancurkan Rumah Petani


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler