Angka Holding

Oleh Dahlan Iskan

Selasa, 26 Oktober 2021 – 23:24 WIB
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - INI angka-angka. Semuanya penting. Datangnya dari Menteri BUMN Erick Thohir sendiri. Langsung masuk ke WA di HP saya.

Angka-angka ini dikirim untuk menjelaskan manfaat nyata pembentukan holding Pertamina. Yakni sehari setelah Erick membaca Disway yang membahas Pertamina tempo hari.

BACA JUGA: Mati Berdiri

Sejak itu saya memang berniat akan memuat penjelasan Menteri BUMN tersebut. Waktunya baru tersedia hari ini.

Menurut menteri, dengan terbentuknya holding Pertamina akan terbentuk "organisasi yang fokus, agile, lean, efisien, dan streamlining decision making untuk menjadikan operational excellence".

BACA JUGA: Ledakan Momentum

Erick menyertakan angka-angka konkret capaiannya. Sampai per kelompok subholding. Bacalah sendiri:

1. Kinerja Subholding Upstream (sektor hulu):
a. Laba semester 1 sebesar USD 1 miliar atau 238 persen dari budget 2021.
b. Efisiensi biaya operasional, 92 persen dari budget.
c. Di Kalimantan Timur dan Jawa Barat, potensi cadangan minyak dan gas bumi meningkat hingga 204,7 juta barel.

BACA JUGA: Gelisah Solid-State

2. Kinerja Subholding Refinery and Petrochemical:
Laba semester 1 sebesar USD 322 juta dengan profit margin 3,24 x lebih besar dari budget.

3. Kinerja Subholding Gas:
Laba semester 1 sebesar USD 185 juta atau 357 persen dari budget.

4. Kinerja Subholding Commercial & Trading:
a. Realisasi Pertashop sebanyak 2.547 unit.
b. Pengembangan digitalisasi Apps ”My Pertamina” dengan registered user sebanyak 13,7 juta pengguna.

5. Kinerja Subholding Power & New Renewable Energy:
a. Laba semester 1 sebesar USD 56 juta atau 150 persen dari budget.
b. Efisiensi biaya operasional 87 persen dari budget.

6. Kinerja Subholding Shipping:
a. Laba semester 1 sebesar apa pun USD 73 juta.
b. Efisiensi biaya operasional, 82 persen dari budget
c. Vessel utilization sebesar 99,8 persen atau meningkat 11 persen dari budget.

Saya tentu senang mendapat angka-angka itu. Berarti pembentukan holding Pertamina punya sasaran capaian yang lebih baik.

Direksi dan komisaris Pertamina tentu juga menyimpan angka-angka itu. Tinggal kelak menyajikannya kembali di akhir tahun buku.

Semangat merealisasikan holding di BUMN memang tinggi. Begitu pembentukan holding Pertamina selesai langsung ke Pelindo.

Selesai juga. Sejak 1 Oktober lalu. Tidak ada lagi PT Pelindo 1,2,3, dan 4. Semua dilebur menjadi satu PT Pelabuhan Indonesia.

Subholding-nya ada 4: PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Pelindo Multi Terminal, PT Pelindo Solusi Logistik, dan PT Pelindo Pelayanan Pelabuhan.

Kantor pusat Multi Terminal di Medan, Terminal Petikemas di Surabaya, Pelayanan Pelabuhan di Makassar.

Tidak mudah menyatukan Pelindo 1,2,3, dan 4 itu. Toh akhirnya bisa juga.

Berarti tidak lama lagi akan sampai ke pembentukan holding Angkasa Pura –yang mengelola bandara se-Indonesia itu.

Menteri BUMN benar-benar telah mampu memanfaatkan iklim kekompakan politik di bawah Presiden Jokowi.

Namun, angka-angka kinerja tidak akan bisa bohong. Benar-tidaknya pembentukan holding lebih baik akan terlihat kelak dari angka-angka yang dicapai.

Khusus untuk Pelindo ditambah dengan waktu tunggu kapal di pelabuhan: lebih cepat atau sama saja.

Tentu pembentukan holding Pertamina juga harusnya bisa menyelesaikan persaingan tidak sehat antara PGN dan Pertamina Gas, apalagi sejak sebelum dibentuk holding keduanya sudah merger.

Salah satu korban persaingan keduanya dulu adalah: pipa gas trans-Jawa.

Sampai hari ini belum ada pipa gas yang melewati Jawa Tengah, padahal kawasan industri sudah banyak dibuka di Jateng. Termasuk kawasan industri Batang yang dipromosikan besar-besaran itu.

Pipa seperti itu mungkin tidak langsung mengatrol laba Pertamina. Namun, yang seperti itu  sangat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama Jateng.

Jangan-jangan masa depan Pertamina justru di sektor pipanisasi gas seperti itu. Di seluruh Indonesia. Yang --berbeda dengan bensin-- tidak akan tergantikan oleh listrik.(***)

Komentar pilihan Dahlan Iskan di artikel berjudul Angka Holding di laman Disway.id

Heiruddin Arafah?:
Abah,  ada koreksk di PT Pelindo Pelayanan Pelabuhan. Yang benar PT Pelindo Jasa Maritim. Berpusat di Makassar. Salah satu bisnis utamanya adalah pemanduan dan penundaan.

Leong Putu?:
Dulu waktu masih di desa dan masih bujang. Saya dapat bagian tiga ekor Pedet dari orang tua. Satu jantan dan dua betina. Setelah sekian lama saya pelihara, tiba waktunya untuk melatih mereka untuk membajak. Saya coba pasangkan satu jantan dan satu betina. Saat sedang memasang kuk, eeeeh tiba tiba si jantan malah mencoba untuk menunggangi si betina. Ia maunya belajar kawin. Wedeeeeww ..... Pemilik dan hewan pliharaan kok ya otaknya sama saja. wkwkwk..... Ketika alat sudah terpasang, tiba waktunya untuk menarik mata bajak, tampaklah bahwa si jantan sangat malas. Jalannya lambat. Kepalanya digoyang goyang. Menjengkelkan sekali. Padahal makannya terjamin. Minumnya tak pernah telat. Kuning telor dan madu, dua kali satu minggu. Tapi malasnya minta ampun. Pun ketika saya pasangkan dengan betina yang satunya. Sama saja, sami mawon. Sego rawon. Mungkin si jantan itu berpikir " Aku kerja atau tidak, makanan , minum dan jamu untukku tetap sama banyaknya, buat apa kerja susah payah" Dasar tuan yang bodo " pikirnya juga dalam hati". Akhirnya ketiga sapi itu jadi malas semua. Malas ternyata menular. Saya jengkel, akhirnya semua saya jual ke RPH. Uangnya saya belikan Traktor. sebagian saya pakai modal nikah. Saya tidak perlu lagibcari pakan. Waktu jadi lebih banyak bersama istri. Maklum manten anyar. Entah lah dengan semua BUMN itu... Apa mereka juga berpikir seperti sapi sapi saya itu?

Komentator Spesialis?
Tentu angka angka ini pastinya akan membuat pendukung YNTKTS girang tak karuan. RIM dan Nokia sebelum nyungsep juga labanya gila gilaan. Tapi apakah investor tertarik? NO! Dilain pihak, Tesla yang hampir setiap kwartal rugi gila gilaan. Tapi apakah investor lari? TIDAK! Malah mereka membeli saham Tesla hingga sahamnya memecah rekor harga tertinggi. Laba memang penting. Tetapi tidak mutlak. Bisa saja laba tercapai karena jual aset atau yang lain. Betapa banyak saham harganya jeblok setelah mengumumkan memperoleh laba. Yang membuat tertarik bukan hanya laba. Tetapi PROSPEK bisnisnya seperti apa, growthnya dan trend bisnisnya bagaimana.

Dimana Saja?
Anda sudah tau, siapa yang gencar dan getol dengan serikat buruh. Yang dulu sering mendompleng suara serikat buruh. Tapi kok jarang ada yang getol dan gencar dengan kaum petani. Padahal angka di BPS 33,4juta notabene dihuni oleh para petani, angka yang tidak sedikit. BUMN sektor pertanian pun, yang justru memiliki peranan sangat vital yaitu pangan, jarang² dan kecil², ada 3 : PT RNI (produsen beras premium), PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri, 2 terakhir produsen benih. Ada lagi yang berbadan perum yaitu Perum Bulog, yang masih kurang efektif menyerap gabah hasil produksi langsung petani, karena masih sering impor dan impor. Ada juga yang terbaru, baru saja diresmikan Badan Ketahanan Pangan bertanggung jawab langsung ke Presiden, yang tuags mayoritasnya soal koordinasi. Kenapa kok bukan Mentan aja ya, toh sama² soal koordinasi dan bertanggung jawab langsung ke Presiden.

Co Ba?
Angka realisasi kinerja beda dengan angka target kinerja... Dan angka kinerja tidak bisa bohong, tapi kan bisa di-window dressing.

Liam?
Di dunia usaha yang keras, kalau rugi karyawan tak gajian, berlanjut lama, pada bubar cari kerjaan baru. Ibarat pohon beringin besar tumbang, yang berteduh dibawah nya, kabur lintang pukang lari berhindar supaya tak tertimpa dahan dan batang pohon. Di Dunia BUMN biarpun rugi malah antri yang mau masuk jadi karyawan, apalagi komisaris .Kwkwkw

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kantong Plastik


Redaktur : Antoni
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler