Anies dan Prof Emil Salim Berdiskusi tentang PISA dan Peningkatan Kualitas Manusia

Senin, 29 Januari 2024 – 11:29 WIB
Capres RI Anies Baswedan berdiskusi dengan tokoh nasional Prof Emil Salim, Minggu (28/1/2024). Foto: Timnas AMIN

jpnn.com - Capres RI Anies Baswedan mengunjungi kediaman pribadi Prof Emil Salim di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan pada Minggu (28/1) malam.

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 terkesan dengan stamina Prof Emil yang kini menginjak usia 93 tahun.

BACA JUGA: Anies Janji Bakal Bangun Pusat Kebudayaan di Jawa Barat

Anies mengatakan dirinya mendapat undangan resmi dari Emil pada 25 Januari 2024. "Hari ini undangan itu bisa kami penuhi," kata Anies kepada wartawan.

Mantan Mendikbud RI itu menaruh hormat kepada Emil. Pria kelahiran Lahat, Palembang itu dinilainya memiliki kepedulian tinggi atas masa depan bangsa yang luar biasa.

BACA JUGA: Dukungan Relawan Arus Bawah Bukti Prabowo-Gibran Dicintai Seluruh Lapisan Masyarakat

"Kalender usia beliau 93 tahun, tetapi sepanjang pembicaraan tadi tidak sedikitpun beliau berbicara tentang masa lalu. Tidak ada kata dulu, tidak ada kata kemarin. Yang ada adalah tentang masa depan," ungkap Anies.

Menurut Anies, Prof Emil mendiskusikan terkait beberapa hal. Di antaranya masalah bonus demografi, bagaimana tempat-tempat yang tertinggal fasilitasnya, menghadapi krisis iklim, memanfaatkan kemajuan teknologi, serta membuat masyarakat yang mayoritas berpenduduk muslim menjadi masyarakat yang maju.

BACA JUGA: Kampanye Akbar di Simalungun, Ganjar-Mahfud Mempermudah Pendirian Rumah Ibadah

"Pertanyaan-pertanyaan tentang masa depan. Hal-hal masa depan. Lalu beliau menyampaikan pandangannya, menyampaikan paparannya," tutur Anies.

Selain itu, Emil juga menanyakan kepada Anies sudah sejauh mana skor Programme for International Student Assessment (PISA), capaian pendidikan suatu negara.

Anies melihat hanya pribadi yang mengikuti perkembangan secara terus menerus yang bisa membahas hal di atas.

Bangsa Indonesia menurut Anies memiliki sosok yang bisa dijadikan teladan. Suami Fery Farhati mengaku senang bisa berdiskusi dengan Prof  Emi.

Inisiator Gerakan Indonesia Mengajar itu mengaku pertama kali berdiskusi dengan Emil saat masih duduk di bangku kelas tiga SMA.

"Pak Emil waktu itu menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Saya diajak bertemu di Kebun Raya Bogor. Dan pulangnya naik mobil menteri pertama kali, Volvo," ujarnya.

Itu pertemuan kali pertama Anies dengan Emil. Dia mengenang banyak kegiatan-kegiatan-kegiatan yang selama ini dikerjakan dengan salah satu idolanya tersebut.

"Keluarga kami juga dekat dengan  keluarga pak Emil. Silaturahmi kita terjaga. Jadi, malam ini malam tang sangat mengesankan. Saya banyak mendengar juga, bercerita juga. Jadi, tadi dialognya dua arah," ucapnya.

Anies menambahkan bahwa pesan-pesan dari Emil Salim merupakan hal yang dia bawa ke depan.

Beberapa topik pembicaraan yang sejalan dengan gaung perubahan yang dibicarakan Emil menurut Anies adalah memajukan tempat-tempat tertinggal, indeks pembangunan manusia Indonesia yang timpang antara Jawa dan luar Jawa.

"Jadi, pembicaraan kami sangat kaya dengan intelektualitas. Kalau Anda di situ kagum. Saya pun kagum," kata Anies.(*/jpnn.com)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler