Anies Pastikan PAUD Lebih Diperhatikan

Minggu, 25 Desember 2016 – 03:12 WIB
Anies Baswedan saat berkampanye di Jalan Kecapi, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (23/12). Foto: ist

jpnn.com - JPNN.com - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan yang sangat berpengaruh pada tumbuh-kembang anak. Diharapkan sebelum memasuki sekolah dasar, anak-anak dapat terbentuk karakter dan interaksi sosialnya dengan teman sesamanya melalui PAUD.

Akan tetapi, PAUD sampai saat ini kurang mendapatkan khusus bagi pemerintah. Tenaga pengajar PAUD sendiri tidak dilindungi secara legal melalui UU karena tidak diakui sebagai guru. Kualitas PAUD sendiri dianggap masih kurang merata di masyarakat.

BACA JUGA: Prabowo: Jakarta Butuh Pemimpin Bersih Seperti Anies

Permasalahan PAUD inilah yang disampaikan langsung oleh Putri (29), kepada Calon Gubernur Anies Baswedan saat mengunjungi warga di kawasan jalan Ancol Barat, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, pada Jumat sore (24/12).

Putri yang merupakan guru PAUD Hikmatul Barokah merasa ada ketidakdilan yang terjadi antara jenjang PAUD dengan jenjang pendidikan lainnya.

BACA JUGA: Anies Lebih Pantas Jadi Lawan Ahok ketimbang Mas Agus

"Apa (yang akan dilakukan) dan bagaimana tanggapan bapak tentang PAUD?," tanya Putri kepada Anies Baswedan.

Anies mengawali jawabannya dengan bercerita bahwa pendidikan terbaik seorang anak berawal sejak dari kandungan.

BACA JUGA: Anies Berjanji Buka Monas untuk Kegiatan Agama

"Karena itulah kesehatan ibu dan bayinya sangat penting untuk kecerdasan serta pendidikan anak," papar Anies.

PAUD, dalam pandangan Anies, akan menjadi salah satu fokus utamanya jika ia diamanahkan untuk memimpin ibukota. Mantan Menteri Pendidikan ini menambahkan bahwa kesejahteraan guru PAUD menjadi salah satu perhatiannya.

"(PAUD itu) jumlahnya banyak, dampak pendidikannya penting tapi kurang mendapat perhatian selama ini," terang Anies.

Penggagas program Indonesia Mengajar ini menceritakan lebih lanjut bahwa ketika menjabat sebagai Menteri, ia telah menandatangani komitmen internasional untuk melaksanakan program PAUD minimal satu tahun sebelum anak memasuki SD. Sayangnya, kebijakan tersebut belum sempat terlaksana karena tugasnya sebagai Menteri dicukupkan oleh Presiden.

"Dahulu hanya tanda tangan, tapi sekarang saya akan laksanakan komitmennya di Jakarta," tegas Anies yang disambut tepuk tangan meriah.

Anies sendiri mengakui pernah mengalami PAUD selama 4 tahun hingga ia berumur 7 tahun. Ia bercerita bahwa ketika memasuki SD, ia tidak memiliki kemampuan baca tulis.

"Karena itulah, PAUD itu tidak perlu diajarkan baca tulis. Biarkan itu belajarnya di SD. PAUD itu tempat anak bermain, bermain, bermain. Dan mainnya yang mendidik," tutup Anies. (prs/rmol)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Agus Harimurti: I Love You Full


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler