Antioksidan Tak Terbukti Tingkatkan Kesuburan Perempuan

Kamis, 22 Agustus 2013 – 19:19 WIB

jpnn.com - SUPLEMEN yang mengandung antioksidan seringkali dikaitkan dengan kesuburan pria. Tapi tampaknya, hal itu tak berlaku bagi wanita. Sebab review dari 28 studi menunjukkan bahwa tidak ada bukti suplemen antioksidan bisa meningkatkan peluang perempuan untuk hamil.

 

Setidaknya 12 persen wanita usia subur mengalami infertilitas, meskipun tak berarti mereka tidak akan pernah mampu untuk hamil. Namun, mereka tidak mampu melakukannya setelah berhubungan seks walaupun tanpa kondom secara konsisten, selama satu tahun atau selama enam bulan ketika berusia 35 tahun ke atas.

BACA JUGA: Cara Memiliki Gigi Sehat dan Berkilau

Untuk mengatasi hal itu, wanita kadang mengambil suplemen makanan yang mengandung antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, melatonin, atau suplemen kombinasi dengan harapan bisa meningkatkan kesuburan mereka. Tapi, review Cochrane terbaru hanya menemukan sedikit bukti yang mendukung efektivitas suplemen tersebut.

BACA JUGA: Anak Istimewa Rentan Gangguan Jiwa

"Saya tidak berpikir hasilnya mengejutkan, dalam arti tidak ada organisasi nasional atau pedoman yang merekomendasikan penggunaan rutin suplemen antioksidan untuk kesuburan," kata kepala program pelestarian kesuburan di University of Rochester's Strong Fertility Center, Dr Wendy Vitek, seperti  dilansir laman Medical Daily, Rabu (21/8).

Namun, menurut Vitek, masih banyak wanita yang bertanya kepadanya mengenai suplemen. Ia mengidentifikasi adanya perasaan menyalahkan diri sendiri pada wanita karena mengalami infertilitas, sehingga mereka mencari beberapa tindakan proaktif yang berpotensi mengendalikan situasi yang sangat tak terkendali.

BACA JUGA: Rutin Minum Teh Kurangi Resiko Kanker Prostat

Antioksidan ditemukan dalam banyak buah-buahan dan sayuran, serta bisa didapat dalam bentuk pil. Antioksidan bisa mengurangi stres oksidatif yang terjadi ketika sel radikal bebas merusak sel sehat hingga tidak bisa berfungsi.

Berdasarkan latar belakang dalam review Cochrane, stres oksidatif bisa disebabkan oleh banyak kondisi yang juga berkontribusi terhadap infertilitas, seperti gangguan ovulasi dan endometriosis.

"Diperkirakan, radikal bebas menghilangkan efek antioksidan yang bisa membantu memperbaiki stres oksidatif pada proses reproduksi wanita," kata pemimpin peneliti Marian Showell dari University of Auckland's Department of Obstetrics and Gynecology.

Showell menambahkan, melalui review ini diketahui bahwa hal itu memang belum terbukti tidak benar. Namun, ia dan timnya hanya belum memiliki bukti yang berkualitas untuk menyangkal atau justru membuktikannya. Studi itu termasuk kajian yang melibatkan lebih dari 3.500 wanita yang mengunjungi klinik kesuburan.

Review Cochrane sebelumnya  menemukan bahwa penggunaan antioksidan oleh pasangan pria yang menjalani perawatan kesuburan bisa meningkatkan jumlah kelahiran. Hanya saja, peneliti mengingatkan bahwa studi plasebo-terkontrol perlu dikonfirmasi dalam temuan itu.

Teorinya, antioksidan membantu meningkatkan kualitas sperma dengan mengurangi stres oksidatif yang berdampak besar pada kesuburan pria. Mengingat, peningkatan kasus infertilitas pria dari 30 persen menjadi 80 persen disebabkan masalah sperma yang terkait stres oksidatif.

National Infertility Association memperkirakan sepertiga kasus infertilitas disebabkan pasangan wanita, sedangkan sepertiga lagi disebabkan pasangan pria dan sisanya karena kombinasi dari kedua pasangan. "Sering kali pasien berpatokan pada sesuatu yang mereka dengar berbeda dari orang lain hingga mereka mengatakan ada beberapa keuntungan untuk mengambil suplemen antioksidan," kata Vitek.

Ia menekankan pada perempuan yang tengah menjalani perawatan kesuburan agar mengadopsi gaya hidup sehat seperti berolahraga, konsumsi makanan bergizi, dan berusaha mengelola stres mereka. "Walaupun temuan baru tentang manfaat antioksidan yang terbatas ini tidak terlalu mengejutkan, tapi mereka sedikit kecewa. Akan lebih baik jika kita memiliki jawaban mudah bagi wanita dan membuat hidupnya lebih mudah dengan mengatakan, ini ambil suplemen ini," pungkasnya.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mau Berhenti Mendengkur, Mulailah Olah Vokal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler