Antisipasi MERS, Pelayanan Kesehatan Haji Di-Upgrade

Kamis, 22 Mei 2014 – 05:49 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah sudah menyiapkan skenario terburuk dalam pelaksanaan haji 2014. Yakni menghadapi penyakit MERS (flu timur tengah) yang mewabah dan menjangkiti para jamaah haji di Arab Saudi.

 

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Anggito Abimanyu mengatakan, sampai saat ini memang belum ada ancaman serius penyakit MERS terhadap jamaah haji maupun umrah. "Tetapi memang benar kita menyiapkan peningkatkan pelayanan kesehatan penyelenggaraan haji 2014," ujarnya.
 
Pertimbangan utama peningkatan pelayanan kesehatan itu untuk mengantisipasi jika saat musim haji nanti, penyakit MERS semakin meluas di wilayah Arab Saudi.

BACA JUGA: Demokrat Siap Tagih Semua Janji Jokowi-JK

Meskipun begitu sampai kemarin Anggito belum menjelaskan secara detail bentuk peningkatan kapasitas pelayanan medis itu. Sebab masih menunggu koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selaku otoritas teknis bidang kesehatan.
 
Dari pengalaman pelayanan medis haji di lapangan, ada beberapa sektor yang hampir pasti ditingkatkan. Diantaranya adalah pelayanan kendaraan ambulan. Baik yang disiagakan untuk mobilisasi jamaah dari pemondokan unit pelayanan medis di sektor-sektor, hingga untuk safari wukuf.
 
Pada musim haji biasa, tanpa ada gangguan wabah penyakit, cukup banyak jamaah haji yang memanfaatkan fasilitas safari wukuf itu. Safari wukufh ini digunakan bagi jamaah haji yang sama sekali tidak mampu secara fisik untuk melaksanakan wukuf di padang Arafah.
 
Ketika penyelenggaraan haji dihantui penyakit MERS, wajar jika Kemenag mengantisipasi dengan menambah armada ambulan untuk safari wukuf. Penambahan armada ini harus dikoordinasikan dengan otoritas terkait di pemerintah Arab Saudi.
 
Upgrade pelayanan medis juga bisa dilakukan dengan menambah titik klinik layanan medis. Unit klinik layanan medis ini biasanya disebar per sektor. Jika ada penyakit yang gawat dan tidak cukup ditangani di klinie medis ini, pasien dirujuk ke rumah sakit milik Arab Saudi.
 
Penambahan kerapatan klinik layanan medis ini mendesak, ketika penyakit MERS mewabah. Pada kondisi normal, tingkat kunjungan pasien ke klinik kesehatan haji cukup tinggi. Pasalnya sebagian besar komposisi jamaah haji Indonesia diisi jamaah haji beresiko tinggi (risti) kesehatan.
 
Banyak analisis yang menjadikan jamaah haji lebih rentan terjangkit MERS ketimbang jamaah umrah. Diantaranya adalah jamaah haji lebih lama berada di Arab Saudi, khusunya jamaah haji reguler. Faktor lainnya adalah kondisi kesehatan mudah drop karena kelelahan menjalankan ibadah ditambah penyakit bawaan dari tanah air. Terakhir tingkat kepadatan di wilayah Masjidilharam, Makkah juga berpotensi mempercepat penularan virus MERS. (wan)

BACA JUGA: Anak Buah Anggoro Ikut Susun Surat DPR ke Menkeu

 

BACA JUGA: Ruhut Jamin SBY Salami Presiden Pengganti

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pimpinan KPK Sepakat Tak Perlu Rapim Bahas Abraham Samad


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler