APBN 2024 Disahkan, Pemerintah Berikhtiar Mewujudkan SDM Indonesia yang Unggul

Sabtu, 23 September 2023 – 13:43 WIB
diskusi Bedah Anatomi APBN 2024 yang diadakan di Perpusnas RI, Jumat (22/9) kemarin. Foto: dokumentasi Kemenkeu RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 telah disahkan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis (21/9) lalu.

Pemerintah menetapkan pendapatan negara Rp 2.802,3 triliun, belanja negara Rp 3.325,1 triliun, dan defisit sebesar Rp 522,8 triliun atau 2,29 persen terhadap PDB.

BACA JUGA: Sri Mulyani: DPR Setuju Defisit APBN 2024 Sebesar Rp 522,8 Triliun

Kepala Pusat Kebijakan APBN BKF Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Wahyu Utomo menjelaskan postur APBN 2024 didesain demikian demi mendorong terciptanya sebuah transformasi ekonomi. Tujuan utama yang ingin digapai, yakni mewujudkan visi Indonesia maju 2045.

Hal ini dipaparkannya dalam diskusi Bedah Anatomi APBN 2024 yang diadakan di Perpusnas RI, Jumat (22/9) kemarin.

BACA JUGA: Jadikan Pemberantasan Korupsi sebagai Prioritas, Ganjar Yakin APBN 2029 Tembus Rp 6.400 Triliun

"Kami ingin mengubah yang produktivitasnya rendah jadi tinggi, kami ingin mengubah aktivitas ekonomi yang nilai tambah rendah, menjadi tinggi. Kita ingin mengubah brown economy menjadi green economy,” ucap Wahyu dikutip Sabtu (23/9).

Wahyu mengungkapkan sejumlah strategi jangka pendek dan menengah yang diterapkan pemerintah untuk mewujudkan transformasi ekonomi melalui APBN 2024.

BACA JUGA: Kinerja APBN Hingga Maret Capai Hasil Positif, Sektor Kepabeanan & Cukai Berkontribusi

Strategi jangka pendek yang dia maksud, antara lain, menjaga inflasi, menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting atau kekurangan gizi pada anak, lalu mendorong pertumbuhan investasi.

Wahyu menekankan inflasi perlu dikendalikan demi menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem turun jadi 0 persen sampai 1 persen pada 2024.

"Kemudian, turunkan angka prevalensi stunting. Sekarang sudah 21 persen target, jadi hanya 14 persen di 2024. Lalu kami akan mendorong investasi. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan kuat,“ jelasnya.

Strategi jangka menengah yang diterapkan pemerintah yakni mendorong transformasi sumber daya manusia (SDM).

Lewat APBN 2024, pemerintah berikhtiar mewujudkan SDM Indonesia yang unggul, produktif, inovatif, berintegritas dan sejahtera.

Caranya yakni dengan menggalakkan alokasi APBN pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

"Dengan pendidikan yang baik dan berkualitas, membuat orang menjadi lebih compatible dengan kemajuan, lebih inovatif, produktif. Dengan orang yang sehat badan dan jiwanya, lebih produktif. Ini human capital," tambahnya. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler