Aplikasi menangkap peri yang dirilis oleh Kebun Raya Royal Melbourne menuai pro dan kontra di kalangan orang tua. Sebagian dari orang tua yang kontra mengatakan aplikasi tersebut kurang mendidik karena tidak ada lingkungan alam seperti itu di dunia nyata.

 

BACA JUGA: Ballarat Kota Angker Pusat Budaya Hantu Jadi-Jadian

Aplikasi yang dirancang atas kerjasama dengan Disney itu,mendorong anak-anak untuk menelusuri kebun raya Melbourne dengan menggunakan ponsel atau layar sentuh tablet di mana peri tampak melayang-layang di taman. Direktur Eksekutif Kebun Raya Melbourne, Professor Tim Entwisle mengatakan pihak Disney mendekati mereka untuk bermitra melalui App. "Disney mengatakan mereka memiliki ide yang bagus untuk menarik anak-anak agar tertarik datang ke kebun raya dan menghubungkan mereka dengan tanaman dan tumbuhan yang mereka singgahi melalui aplikasi peri ini," katanya. Menurut Entwistle aplikasi ini merupakan cara yang bagus untuk memperluas demografi pengunjung di Kebun Raya Royal Melbourne. "Anak-anak sangat menyukai cerita Tinkerbell, mengapa tidak membuat anak-anak itu tersambung dengan Tinkerbell dan Disney serta kebun raya pada saat bersamaan," katanya. "Saya tidak terlalu peduli apa alasan orang berkunjung ke Kebun Raya atau bagaimana caranya mereka sampai ke sini, tapi jika mereka mempelajari tanaman yang ada disana dan semua pesan-pesan konservasi kami maka itu akan sangat bagus untuk mereka dan juga dunia," katanya. Namun sebagian orang tua ada yang mempertanyakan apa manfaatnya menggunakan teknologi dalam lingkungan alam. Ibu dari anak berusia 2 tahun,  Alana Khare mengatakan dia lebih memilih anaknya berimajinasi sendiri ketika bermain-main di kebun raya.
"Menurut saya lebih baik anak-anak bermain dan berlari-larian menyentuh tanaman dan mencium bau dari tanaman secara langsung ketimbang melihatnya di layar gadget," katanya. Namun Mariana Festa mengatakan aplikasi ini sangat bagus untuk menghibur anaknya yang berusia 4 tahun, Agustina. "Dia sangat suka kisah peri dan saya pikir ini merupakan gagasan yang baik, memberi kesempatan bagi anak-anak untuk membuat mereka sibuk," katanya. Professor Entwisle mengatakan penggunaan alat elektronik di kebun raya bukan hal baru. "Bagus sekali jika anak-anak bisa bermain-main di kebun raya dalam bentuk dan cara apapun yang bisa kita lakukan, jadi menggunakan layar gadget merupakan salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk membawa anak-anak ke kebun raya," katanya. "Anak-anak sudah biasa menggunakan ponsel, dengan cara ini mereka bisa menambahkan pengalaman mereka menggunakan ponsel, daripada hanya didalam ruangan, melalui layar ponselnya mereka bisa melihat tanaman sepanjang waktu," 

BACA JUGA: Banyak Furniture Terjatuh di Jalan Raya Melbourne

BACA JUGA: Promosikan Pertanian Australia Dengan Bantuan Lego

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tesis Kekerasan di Indonesia 1965 Dapat Penghargaan di Australia

Berita Terkait