Aplikasi PINTU Turut Percepat Ekonomi Digital 2022

Senin, 07 Maret 2022 – 20:26 WIB
PINTU, platform jual beli dan investasi aset crypto berbasis mobile pertama di Indonesia. Foto: Dok. PINTU

jpnn.com, JAKARTA - PT Pintu Kemana Saja dikenal dengan nama brand PINTU, membagikan serangkaian update mengenai perkembangan perusahaan, sekaligus perannya terhadap pertumbuhan ekonomi digital, melalui investasi pada aset kripto.

Hal itu dikemukakan dalam Forum Ekonomi Merdeka 2022 bertema, Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital 2022.

BACA JUGA: Ditegur Deddy Corbuzier, Uus: Kok Sebegininya Mereka Pengin Menyakiti Gue

Forum ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Ma'ruf mengatakan Indonesia saat ini memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar.

BACA JUGA: Batara Spekta Diundi, Nasabah Loyal BTN Melejit

Salah satunya kontribusi dari bonus demografi yang akan menjadi kekuatan pembangunan ekonomi Indonesia.

“Setelah kami berhasil menyelesaikan putaran pendanaan seri A+ sebesar lebih dari 40 juta dollar pada 2021 lalu, salah satu strategi yang kami terapkan adalah merekrut talenta-talenta Indonesia terbaik untuk bisa berkontribusi pada perusahaan," ujar Founder & CEO PINTU Jeth Soetoyo.

BACA JUGA: Begini Kode Arya Saloka Minta Begituan Sama Istri, Ada Kata Odolnya, Hmm..

Jeth menambahkan, PINTU berperan menjadi platform yang menjembatani dunia finansial tradisional dengan digital aset melalui investasi aset kripto.

“Aset kripto bukan hanya konsep baru dalam segi aset, akan tetapi dari sisi investasi juga menjadi hal yang baru bagi masyarakat. Platform investasi kebanyakan di Indonesia dikhususkan melayani profesional trader, padahal populasi profesional trader saat ini hanya sebagian kecil dibanding dengan investor yang kita sebut sebagai casual trader," jelasnya.

Untuk itu PINTU menghadirkan kemudahan dan keamanan dalam berinvestasi aset kripto.

Dalam kurun waktu hampir dua tahun, aplikasi PINTU telah diunduh lebih dari dua juta dengan pengguna aktif bulanan lebih dari satu juta.

"Kami melihat, aset kripto menjadi primadona baru dalam dunia investasi dan turut serta membantu perekonomian Indonesia melalui sektor ekonomi digital," serunya.

Dengan berkembangnya ekonomi digital didukung peningkatan pengguna smartphone serta internet dan akses terhadap layanan digital, tentu investasi aset kripto akan ikut berkembang dan makin banyak digunakan seperti Defi, NFT, Metaverse, gaming, dan use case lainnya.

"Secara garis besar kami proyeksikan 3-5 tahun ke depan penggunan aset kripto akan makin besar serta memberikan dampak positif pada investor. Selain bisa mengakses aset digital yang bersifat global, kami berharap dengan adanya revolusi blockchain akan melahirkan entrepreneur yang dapat membangun proyek-proyek baru berbasis blockchain yang dapat digunakan dalam skala global," kata Jeth.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler