AQL Rambah Sekolah Yatim dan Duafa di Purwakarta

Minggu, 13 Maret 2016 – 02:59 WIB
ILUSTRASI. FOTO: DOK.Sampoerna Akademy

jpnn.com - JAKARTA – Ar-Rahman Qur'anic Learning (AQL) Islamic Center terus melebarkan sayap untuk pendidikan Islam di Tanah Air. Setelah launching AQL Islamic School (AQLIS) yang pertama di Jonggol, Jawa Barat, kini AQLIS 2 akan dibangun di Purwakarta.

Rencananya AQLIS 2 dibangun di atas tanah 4 hektar di Kampung Citapen, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat. Sekolah yang diberi nama Pesantren Yatim dan Duafa daar Ummu Kholid ini berbasis beasiswa untuk yatim dan duafa dengan persentase 60 persen serta mandiri 40 persen dari total peserta didik yang akan diterima.

BACA JUGA: Desain Pendidikan Ini Bisa Lahir Pemimpin Berkaliber Tinggi

Berbeda dengan AQLIS 1 di Jonggol, sebanyak 40 persen dari siswa/ santri adalah beasiswa untuk yatim dan duafa. Sementara untuk siswa/ santri mandiri sebanyak 60 persen.

AQLIS 2 dibangun atas kerja sama antara Yayasan Peradaban Islam yang menaungi AQL Islamic Center dengan Yayasan Ash Shilah Al-Khairiyyah.

BACA JUGA: Ayo Cepat Sebentar Lagi Tutup!

“Di Purwakarta ini kami bangun pesantren AQLIS 2 untuk putra dan putri karena banyaknya permintaan masyarakat untuk mendidik anak-anaknya," ungkap pimpinan Yayasan Peradaban Islam KH Bachtiar Nasir di Jakarta, Sabtu (12/3).

Menurut dia, peradaban Islam yang menjadi impian umat tidak tumbuh begitu saja. Peradaban Islam hanya tumbuh lewat jalan yang serius dan berkesinambungan. Salah satunya melalui lembaga pendidikan Islam yang akan dibangun di Purwakarta. Tentu juga harus ditopang dengan dana yang tidak sedikit.

BACA JUGA: Bersiaplah Menjadi Bagian dari ISMOC 2016

“Insya Allah, pembangunan AQLIS 2 akan memakan waktu sepuluh bulan. Jadi tahun ajaran perdana sudah bisa dimulai 2017 nanti," kata KH Bachtiar Nasir yang juga Sekjen Majelis Ulama dan Intelektual Muda Indonesia (MIUMI) Pusat ini.‎(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... UN Berbasis Komputer, Sekolah Harus Siap-siap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler