'Ngunduh Mantu' Putri Jokowi

Arak-arakan Presiden Bakal Diiringi Sado Berastagi

Rabu, 22 November 2017 – 13:40 WIB
Ratusan personil TNI-Polri turut serta mengiringi gladi kotor kirab kereta kencana dan sado yang digelar Selasa (21/11). Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos/jpg

jpnn.com, MEDAN - Acara ngunduh mantu putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu di rumah Muhammad Bobby Afif Nasution di Medan bakal dimeriahkan dengan kirab budaya.

Jika di Solo Kahiyang Ayu dibawa dengan kereta Kencana, di Medan keluarga Presiden Joko Widodo akan diarak dengan sado dari gedung Medan International Convention Center (MICC) menuju lokasi resepsi, Komplek Setia Budi Indah BHR (Bukit Hijau Regency), Medan.

BACA JUGA: Lagi, Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba di Medan

Sementara, Kahiyang-Bobby akan menaiki beca motor yang dihias.

Selasa (21/11), aparat gabungan TNI/Polri melakukan simulasi kirab budaya yang melibatkan ratusan personel kepolisian, 200 di antaranya polisi wanita (Polwan) cantik.

BACA JUGA: Avanza vs Truk, Endri Tewas, Kekasihnya Sekarat

Kirab ini dimulai dari gedung MICC menuju lokasi resepsi, Komplek Setia Budi Indah BHR Medan melalui ringroad yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Simulasi kirab budaya ini ditinjau langsung Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Cucu Somantri.

BACA JUGA: Sebelum Masuk Rumah Mertua, Kahiyang Ayu Injak Batang Pisang

Bahkan, Paulus tidak segan-segan mencoba sado dan mengikuti simulasi arak-arakan tersebut. Sementara Kasat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Zulfikar dalam gladi itu berperan menjadi Presiden Joko Widodo, menaiki sado.

Kapolda Sumut, Irjen Pol, Paulus Waterpauw mengatakan, acara pernikahan ngunduh mantu Bobby Nasution-Kahiyang Ayu tentunya akan membawa unsur budaya di Sumut.

“Kami bersepakat, rangkaian perkawinan yang ada unsur budaya. Sangat membahagiakan ada penampilan adat budaya. Artinya, budaya milik bangsa di Sumut harus ditampilkan,” ucap Waterpauw kepada wartawan, Selasa (21/11) sore.

Waterpauw mengharapkan, masyarakat dapat bekerja sama dengan kepolisian. Apalagi akan ada pengalihan arus lalu lintas saat acara pernikahan. Tapi, rekayasa arus lalu lintas hanya sesaat alias tidak lama.

Waterpauw mengungkapkan pihak kepolisian akan melakukan pengamanan di ring tiga pada acara ngunduh mantu tersebut. Termasuk pengamanan tamu-tamu VVIP dan tama umumnya.

“Pola lama yang menghentikan aktivitas masyarakat dan saya bersama Pangdam Bukit Barisan sudah mengatur keamanan,” jelasnya.

Saat berada di MICC, Kapolda Sumut bersama Pangdam dan rombongan juga meninjau ruangan dan penjelasan dari pengelola gedung terkait kondisi dan situasi terkini gedung konvension yang terletak di Jalan Ring Road Medan tersebut.

Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw turut mengiringi gladi kotor kirab kereta kencana dan sado, Selasa (21/11), dimulai dari Gedung Medan International Convention Center (MICC) Jalan Gagak Hitam menuju komplek kediaman Bobby Nasution. Foto: sumutpos/jpg

Sementara itu, amatan di dalam Komplek Tasbih, petugas kepolisian berkeliling menyebarkan imbauan kepada penghuni komplek selama pelaksanaan pesta ngunduh putri Jokowi agar tidak memarkirkan kendaraan mobilnya di jalan komplek yang akan menjadi jalur perlintasan menuju lokasi pesta.

Imbauan itu disuarakan berulang-ulang dengan pengeras suara dari mobil patroli Satlantas Medan. Hal itu dilakukan agar jalur menuju lokasi pesta baik yang masuk dari Jalan Setiabudi dan Jalan Ringroad/Gagak Hitam tidak sempit lantaran parkir mobil.

Sementara itu, acara kirab budaya ini, akan melibatkan 15 delam bersama kusirnya yang sengaja didatangkan dari Berastagi, Kabupaten Karo. “Bangga juga bisa ikut serta dalam acara pernikahan anak Presiden Jokowi,” ungkap Santo Sembiring, seorang kusir sado di sela-sela simulasi kirab budaya, kemarin sore.

Menurut Santo, dengan dilibatkannya mereka dalam pesta anak Jokowi ini, paling tidak mereka berkesempatan mempromosikan wisata Berastagi. “Ya, sekalian kita bisa promosikan sado Berastagi bang,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, dalam mengikuti prosesi tersebut pihaknya juga membawa 15 ekor kuda yang terdiri dari 13 ekor kuda betina dan 2 ekor kuda jantan.

“Karena betina lebih gampang diatur. Kalau jantan harus lebih waspada,” ujar pria yang sudah 10 tahun lebih menjadi kusir sado di Berastagi.

Disinggung soal berapa upah yang diberikan untuk mengikuti kirab budaya tersebut, Santo enggan mengungkapkannya. “Saya kurang tahu pasti. Cuma biasanya kalau sewa perhari Rp500 ribu sampai Rp700 ribu,” jelasnya sambil tersenyum.

Di sisi lain, dalam kirab budaya ini, Presiden Jokowi bersama istrinya akan menaiki kenderaan bermotor shuttle car bermotif ulos.

“Shuttle car sudah dimodifikasi. Seluruh bodi dipasang stiker motif ulos Mandailing. Normalnya muat 10 orang, namun ada permintaan dipasang meja di tengah, muatnya jadi 6 orang,” ucap Abu Bakar Sidik, Manajer Operasional Ring Road City Walks sekaligus orang yang bertanggung jawab terhadap pengadaan shuttle car ini.

Abu Bakar mengatakan, shuttle car sudah diuji coba dan dicek langsung oleh Pangdam I Bukit Barisan, Mayjend TNI Cucu Soemantri. Dia mengklaim, shuttle car nyaman dan memiliki nilai budaya serta nasionalisme, sebab di bagian depan kendaran dipasang simbol Burung Garuda berwarna emas.

“Meja yang kita pasang mengkilap, bahannya menggunakan kayu manis. Kabarnya, shuttle car ini ditumpangi Pak Presiden dan Ibu Negara, keduanya berada di tengah, kemudian ajudan, Paspampres dan juga sopir,” pungkasnya.(gus/dvs/adz)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Rumah Bobby, Kahiyang Injak Dingin Dingin


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler