JAKARTA - Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia untuk menggelar Indonesia Super League (ISL) dengan format dua wilayah berimbas pada berkurangnya pemasukan tiket sejumlah tim besar.
Arema Indonesia misalnya. Selama ini Arema sangat diuntungkan penjualan tiket home, dipastikan berkurang pendapatannya.
Di musim sebelumnya, Arema bisa menggelar 17 pertandingan home, namun dengan dua wilayah, tim berjuluk Singo Edan itu hanya bisa menggelar 10 pertandingan home.
"Dengan hanya 10 pertandingan kandang, kami tidak bisa mengandalkan pemasukan tiket secara maksimal," kata CEO Arema, Iwan Budianto, Minggu (5/1).
Iwan berharap, Arema bisa tembus sampai ke final. Sebab pertandingan 8 besar hingga final juga akan digelar secara home and away.
"PSSI sudah membuat keputusan dua wilayah. Kami tidak masalah bermain di wilayah timur atau barat," ujar Iwan Budianto. (abu/jpnn)
BACA JUGA: Mahal di Timur, Ketat di Barat
BACA ARTIKEL LAINNYA... Barcelona v Elche, Peluang Skor Mentereng
Redaktur : Tim Redaksi