Arya Sinulingga Kesal Sama Rocky Gerung

Jumat, 29 Maret 2019 – 18:02 WIB
Jubir TKN Jokowi - Ma'ruf, Arya Sinulingga (kiri) dan media officer TKN Monang Sinaga. Foto: TKN Jokowi - Ma'ruf for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga masih kesal sama pengamat politik Rocky Gerung yang mempertanyakan kebebasan pers saat ini.

Omongan itu keluar dari mulut Rocky dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (26/3) malam. Arya juga berada di tempat yang sama, sebagai sumber yang diundang Presiden ILC Karni Ilyas.

BACA JUGA: Jokowi: Lihat Saja Besok

Pernyataan Rocky soal kebebasan pers itu berawal dari pemaparannya soal hoaks dan tertutupnya informasi.

Rocky menyebutkan bohong adalah hal yang biasa. "Yang tidak biasa adalah tidak ada alat untuk membedakan mana yang bohong, mana yang benar," katanya.

BACA JUGA: Zulkifli Hasan Ungkap Hasil Survei Internal PAN, Belum Solid!

Dia berpendapat, jika alat seperti itu ada, maka tidak akan ada hoaks. "Nah alatnya apa? Alatnya adalah kebebasan berbicara, kebebasan pers. Fredom of speech," ungkapnya.

Menurut Rocky jika tidak ada kebebasan pers, maka bohong dan benar bercampur. "Jadi supaya kepercayaan publik ini pulih, jangan kendalikan pers. Itu rumusnya sederhana. Aktifkan kembali kemerdekaan pers untuk mengucapkan pikiran supaya orang bisa pilih mana yang benar, mana yang salah," bebernya.

BACA JUGA: KMA Dapat Kejutan dari Emak-Emak Yogyakarta

(Baca Juga: Rocky Gerung Kritik Kartu Prakerja, Inas: Mikir Dulu Sebelum Bicara Data)

Rocky juga mempertanyakan soal bagaimana untuk mengonfirmasi kebenaran dari suatu informasi. "Sekarang mau cek di mana? Kepada media? Karena media dikendalikan juga," ungkapnya.

Nah, Arya yang selain politikus juga sosok yang berkecimpung di media, tidak terima pernyataan Rocky. Pria kelahiran Kabanjahe berusia 48 tahun ini membantah keras soal pers yang dikendalikan dan sudah tidak bebas lagi.

"Sampai hari ini Rocky Gerung masih bisa bicara di ILC. ILC ini media, bukan sosmed," kata Arya.

"Artinya Bung Rocky Gerung sampai hari ini masih bisa bicara bebas di ILC. Dan yang kedua, sampai hari ini tidak ada media yang diberedel. Jadi di mana kontrol medianya? Di mana dikendalikannya," imbuhnya.

Arya menegaskan, jangan sampai dibenarkan bahwa hoaks diperbolehkan karena media dikontrol atau dikendalikan.

"Padahal beliau sampai hari ini masih bisa bicara. Sampai hari ini masih merasakan kebebasan pers. Buktinya setiap ILC beliau bisa ngomong apa saja," ujar Arya. (*/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kiai Maruf Makin Yakin Menang 70 Persen di Dua Provinsi Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler