Asma Bisa Muncul saat Dewasa

Sabtu, 30 Maret 2013 – 13:15 WIB
SURABAYA - Asma tidak melulu muncul pada masa kanak-kanak. Kondisi yang ditandai sesak napas itu bisa saja muncul pada usia produktif. Trigger atau pencetusnya pun beragam.

Menurut spesialis paru RSUD dr Soetomo Prof Dr dr Muhammad Amin SpP(K), semua perlu memahami bahwa manifestasi asma bisa tampak ketika dewasa. Dalam seminggu, dokter yang bertugas di Poli Asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) RSUD dr Soetomo itu mendiagnosis 5-10 pasien asma baru.

Dokter yang akrab disapa Amin tersebut memaparkan, pasien-pasien baru itu berusia 20-40 tahun. ''Penegakan diagnosisnya bisa dibilang lebih sulit. Sebab, sesak pada usia dewasa bisa jadi bukan asma, melainkan PPOK,'' ungkap dokter yang juga direktur Pelayanan dan Penunjang Medis Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unair tersebut. Untuk membedakan sesak karena asma dan PPOK dilakukan tes pakai peak flow meter.

Tanda lainnya, sesak yang timbul pada pasien asma baru sering terjadi menjelang pagi. Hal itu terkait dengan reaksi berlebihan sistem imunologi tubuh. Pasien biasanya juga membutuhkan tes alergi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui alergen (pencetus) asma. Umumnya, lanjut Amin, alergen terbanyak adalah makanan yang mengandung protein tinggi seperti telur. Yang juga banyak adalah alergi tungau yang bercampur debu rumah.

Bila seseorang sudah mengetahui alergennya, Amin sangat mengharapkan pasiennya menjauhi pencetus tersebut. ''Pe ngobatan asma itu self control. Sangat bergantung pada kemauan pasien menghindari pencetusnya,'' terang guru besar FK Unair tersebut.

Pencegahan kekambuhan dan menjaga kualitas paru dapat dilakukan dengan menjaga kebugaran. Selain berenang, ada senam asma yang gerakan-gerakannya diciptakan secara khusus untuk pengidap asma. (ina/c8/nda)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cari Tumpangan Asyik Bersama Nebengers

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler