Astrid Tiar Beri Anaknya Soya Gegara Alergi Susu Sapi

Selasa, 18 Juli 2023 – 19:45 WIB
Model dan presenter Astrid Tiar menceritakan kondisi putrinya yang alergi susu sapi dan makanan tertentu sehingga memiliki susu soya. Foto dok. KALBE Nutritionals

jpnn.com, JAKARTA - Alergi susu sapi merupakan salah satu kondisi yang paling banyak ditemui pada anak di Indonesia, yaitu dengan kejadian 2 hingga 7,5 persen. 

Alergi susu sapi dan makanan lainnya ini jika tidak diperhatikan orang tua dapat menyebabkan berbagai dampak pada tumbuh kembang dan kesehatan anak. 

BACA JUGA: Apakah Nutrisi dalam Susu Soya Setara dengan Susu Sapi?

Salah satu orang tua yang sempat cemas karena anaknya didiagnosis memiliki sensitivitas khusus pada makanan tertentu adalah model dan presenter Astrid Tiar. Putri pertamanya, Annabel, sejak kecil memiliki kondisi alergi susu sapi serta makanan tertentu. 

Astrid telah mencoba berbagai macam cara untuk mencari tahu penyebab dan menangani kondisi anaknya.

BACA JUGA: Bakal Bintangi Film Horor, Astrid Tiar Mengaku Dirinya Penakut

“Saya sempat bingung, khawatir, dan cemas karena awalnya tidak tahu harus berbuat apa, apalagi Annabel anak pertama. Saya khawatir sekali kalau ia tidak tumbuh sehat dan kuat seperti anak lainnya," kata Astrid dalam diskusi World Allergy Week, yang digelar Morinaga bertema “Alergi Bukan Halangan Bagi Anak Wujudkan Potensi” baru-baru ini.

Dia khawatir kondisi sensitivitas terhadap makanan tertentu ini akan membuat masalah kesehatan lain ikut menyertai dan tumbuh kembangnya kurang optimal. Setelah konsultasi ke dokter, disarankan mengganti susu sapi dengan susu soya atau kedelai. 

BACA JUGA: Astrid dan Caessaria Bakal Tur Promo Lagu Duet Gelap Mata 

"Lalu saya disarankan menggunakan Morinaga Soya oleh keluarga. Sekarang Annabel makin besar dan karena kondisinya, saya juga belajar lebih jauh bahwa kami harus memilih nutrisi yang tepat dan menghindari pencetus alergi,” tutur Astrid.

Data klinik anak RS Cipto Mangunkusumo Jakarta di 2012 menunjukkan bahwa 23,8 persen alergi susu sapi. Di Asia, protein susu sapi merupakan makanan penyebab alergi yang terbesar kedua setelah telur pada anak-anak, sedangkan menurut World Allergy Organization (WAO), sebanyak 1,9 - 4,9 persen anak-anak di dunia memiliki alergi protein susu sapi. 

WAO merekomendasikan penggunaan suplementasi probiotik untuk mencegah kondisi alergi pada anak. Salah satu jenis probiotik yang bisa digunakan untuk anak alergi adalah Probiotik Bifidobacterium yang memiliki kandungan yang sama dengan air susu ibu (ASI), serta teruji klinis dapat meningkatkan sistem imun pada anak.

Adapun susu soya merupakan alternatif nutrisi bagi anak alergi susu sapi atau memiliki intoleransi laktosa, karena memiliki kesetaraan kandungan nutrisi dengan susu sapi, tetapi aman karena tidak mengandung protein susu sapi dan laktosa yang menyebabkan reaksi alergi. Susu soya yang difortifikasi telah mengalami proses penambahan nutrisi seperti kalsium, vitamin, dan kandungan mineral lainnya sehingga memiliki lebih banyak kandungan gizi yang dibutuhkan anak. 

"Dengan susu soya, anak alergi susu sapi dapat mengonsumsi nutrisi yang tepat, terhindar dari reaksi sensitif susu sapi, dan terhindar dari berbagai risiko dampak kesehatan dan psikologis. Anak bisa tumbuh kembang optimal dan mencapai semua potensinya karena tercukupi nutrisinya," kata Dewi Angraeni, Business Unit Head Morinaga Specialties KALBE Nutritionals.

Ditambahkannya melalui Morinaga Allergy Week 2023 ini, pihaknya berkomitmen meningkatkan edukasi dan akses nutrisi kepada masyarakat Indonesia, khususnya untuk anak yang sensitif susu sapi. 

"Kami percaya dengan penanganan yang tepat dapat mendukung anak-anak tumbuh kembang optimal dan bebas sensitif susu sapi,” ungkapnya. (esy/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler