Atasi Gejolak Harga Pangan, Begini Saran Andi Akmal Pasluddin DPR untuk Pemerintah

Senin, 07 Maret 2022 – 22:07 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyampaikan saran untuk pemerintah dalam mengatasi gejolak harga pangan yang terus terjadi. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyoroti gejolak kenaikan harga komoditas pangan strategis, seperti tahu, tempe, minyak goreng, daging, cabai, bawang, dan daging ayam yang terus terjadi setiap tahun.

Namun, dia menyesalkan seolah tidak ada solusi atas persoalan tersebut.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Harga Cabai Makin Pedas, Simak Informasinya

"Negara kita memiliki potensi yang sangat besar sebagai pengendali stok dan harga pangan. Namun sebaliknya, Indonesia terombang-ambing dengan situasi dunia yang sangat sensitif terhadap stok dan harga pangan," kata Akmal melalui keterangan tertulisnya, Senin (7/3).

Politisi PKS itu menyarankan agar pemerintah segera membuat rekomendasi penyelesaian jangka pendek dan jangka panjang.

BACA JUGA: Harga Daging Sapi Melonjak, Wamentan: Kami Sedang Cari Jalan Keluar

"Solusi jangka pendek sangat penting segera diberikan agar pangan kita tetap terjangkau dan yang paling penting ada stoknya," ujar Akmal.

Akmal menyarankan untuk solusi jangka pendek, selain operasi pasar, pemerintah perlu membuat aturan harga eceran tertinggi (HET) ketat yang merupakan subsidi harga untuk masyarakat tertentu dengan kemampuan daya beli rendah.

BACA JUGA: Sukamta: Harga Minyak Goreng Melambung, Tetapi Langkah Pemerintah Tidak Strategis

Dia menekankan agar pemerintah harus mendengar aspirasi dari peternak, petani, petambak budidaya ikan dan para pedagang agar kebijakan intervensi dapat tepat dan jitu untuk mengendalikan harga pangan.

Akmal menyebut solusi jangka panjang berkaitan pangan, yaitu dengan memberikan kepastian akan keseimbangan pertumbuhan produksi dibandingkan dengan pertumbuhan konsumsi secara nasional.

Menurutnya, semua komoditas pangan, seperti beras, kedelai, jagung, gula, minyak goreng, daging, cabai, bawang, dan daging ayam harus menjadi perhatian.

Kebijakan pemerintah memperketat impor dan peningkatan jumlah produksi yang menyeimbangkan antara permintaan dan ketersediaan juga harus diperkuat.

“Ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menyelesaikan persoalan pangan dalam negeri," tandasnya. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler