Atikoh Ganjar Serap Aspirasi Pelaku Usaha Mikro Pas Hadir di Acara Syukuran Hasil Bumi

Rabu, 10 Januari 2024 – 03:30 WIB
Momen acara Syukuran Hasil Bumi di Lapangan Bola Sukoyoso, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Selasa (9/1). Dokumen Tim Media Siti Atikoh

jpnn.com, PRINGSEWU - Istri capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti menyerap aspirasi dari anggota kelompok wanita tani di acara Syukuran Hasil Bumi, Lapangan Bola Sukoyoso, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Selasa (9/1). 

Diketahui, Atikoh dengan didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Sudin dan Deputi Inklusi TPN Jaleswari Pramodhawardhani menjadi tokoh yang mendampingi Atikoh menghadiri Syukuran Hasil Bumi.

BACA JUGA: Siti Atikoh Datang, Relawan Wanita Tani Dideklarasikan agar Ganjar-Mahfud Menang

Ernawati, seorang kelompok wanita tani di lokasi sekitar mengeluhkan sulitnya menentukan harga jual produk yang dihasilkan, yakni klanting dan keripik.

Kesulitan itu dipicu dari naiknya minyak goreng dan bahan pokok yang mengakibatkan Ernawati kesulitan menjual produk klanting dan keripik yang dibuat.

BACA JUGA: Ganjar Tampil Mengesankan di Debat Ketiga, Siti Atikoh Bongkar Rahasianya

"Masalahnya minyak mahal dan bumbu mahal, jadi tidak seimbang sama penghasilannya," kata Ernawati mengungkapkan keluhan kepada Atikoh di lokasi acara, Selasa.

Ernawati kepada Atikoh juga mengeluhkan soal mahalnya biaya untuk merenovasi bangunan demi memenuhi syarat higienis produknya. 

BACA JUGA: Bersilaturahmi Menemui Sukarelawan, Atikoh Ungkap Program Ganjar yang Prorakyat

Kata Ernawati, pelaku usaha sepertinya tidak punya uang sehingga beberapa pihak menyarankan pula untuk mengajukan utang.

"Katanya suruh kredit. Ambil dana, sedangkan ibu-ibu ini kalau disuruh utang tidak mau, karena kalau utang, iya, kalau berjalan lancar," kata dia.

Atikoh menjawab keluhan pertama dengan meminta Ernawati bisa menjalani pelatihan tentang pembukuan dalam menentukan harga barang produksi.

"Ketika kita membuat produk, bahan baku harganya berapa, kemudian minyak harganya berapa, bumbu-bumbu harganya berapa, tenaga kerjanya berapa, baru keuntungan itu kita mau ambil berapa persen, apa 10 persen, 15 persen, nanti itu yang untuk menentukan harga jual," kata mantan wartawan itu menjawab Ernawati.

Dia menjawab pertanyaan kedua dengan mengingatkan warga tidak mudah terjerat utang, apalagi ke pinjaman daring atau online.

Menurut Atikoh, rakyat bakal dihadapkan dengan kesulitan tambahan ketika terjerat pinjol yang memiliki bunga harian, sehingga terkesan kecil.

"Itu bunganya harian, Bu, makanya kecil. Begitu sebulan, bunganya gede sekali. Jangan sampai yang di sini terkena rayuan pinjol yang ada di HP kita," ungkap Atikoh. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler