Atlet Peraih Emas PON Dijemput dengan Pikap, Pak Yohanes Berang

Rabu, 06 Oktober 2021 – 19:19 WIB
Atlet peraih medali emas cabang olahraga muaythai di PON XX Papua Susanti Ndapathaka (kanan) saat duduk di sebuah mobil pick up saat penjemputan di Bandara El Tari Kupang, NTT, Rabu (6/10). Foto: ANTARA/HO

jpnn.com, KUPANG - Atlet dari NTT peraih medali emas cabang olahraga muaythai pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Susanti Ndapathaka dijemput menggunakan mobil pikap yang disediakan secara swadaya di Bandara El Tari Kupang.

Anggota DPRD Provinsi NTT Yohanes Rumat berang melihat hal itu.

BACA JUGA: R Bawa Celurit Menuju Rumah H, di Sana Sudah Ada HS & S, Mencekam

"Kami sangat sesalkan peristiwa penjemputan ini, dan ini memalukan karena prestasi anak NTT tidak diperhatikan oleh Pemerintah NTT," kata Rumat ketika dihubungi di Kupang, Rabu.

Anggota Komisi V DPRD NTT itu mengatakan pihaknya sangat menyesalkan peristiwa penjemputan itu yang jauh dari kesan penghargaan terhadap atlet yang telah mengharumkan nama NTT di kancah nasional.

BACA JUGA: Mobil HiAce Tengah Malam Terparkir di Pinggir Jalan di Palembang, Tiba-Tiba Bergoyang

Peristiwa tersebut terdokumentasi dalam bentuk foto dan video dan beredar luas melalui berbagi jejaring media sosial yang disoroti kalangan masyarakat.

Dia mengatakan penyesalan ini beralasan, karena sebagai Anggota Komisi V DPRD yang bermitra dengan KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT telah memberikan dukungan politik anggaran yang pada awal 2021 telah disepakati sebanyak Rp20 miliar diperuntukkan bagi kebutuhan kontingen NTT di PON Papua.

Pihaknya sebelumnya percaya bahwa KONI NTT bersama pemerintah provinsi telah menjalankan tugasnya dengan baik, untuk mengurus kepergian termasuk kepulangan kontingen semua cabang olahraga secara baik dan benar.

"Namun, faktanya atlet yang mendapat medali emas tidak dijemput oleh pemerintah provinsi, tetapi justru dengan mobil pikap yang disediakan secara swadaya," katanya.

"Patut dipertanyakan dan patut diduga anggaran yang telah disepakati itu ada di mana," katanya.

Yohanes Rumat mengatakan dalam rapat dengar pendapat, sudah diingatkan agar pemerintah bekerja sesuai tupoksi masing-masing dan jangan menyimpang dari ketentuan yang telah diatur.

Dia berharap pemerintah provinsi segera mengklarifikasi ke publik terkait peristiwa penjemputan atlet peraih medali emas tersebut, karena telah menimbulkan sorotan berbagai kalangan masyarakat. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler