Australia menjadi negara terbaru yang ikut menandatangani Inisiatif Transparansi Industri Ekstraktif (EITI), sebuah program internasional yang bertujuan mengatasi korupsi yang melibatkan perusahaan tambang dan pemerintah.Inisiatif Transparansi Industri Ekstraktif (EITI), merupakan standard internasional yang diketuai oleh Norway yang menetapkan sejumlah kriteria transparansi di sektor industri pertambangan, minyak dan gas dan bagaimana pemerintah internasional menghadapi mereka. Negara-negara yang menjadi anggota inisiatif ini dan perusahaan tambang dan migas harus menyediakan informasi terbuka mengenai informasi  pembayaran seperti pajak, izin, royalti kontrak dan biaya produksi. EITI merupakan salah satu cara yang dikembangkan oleh sektor tambang dan migas untuk menangani fenomena yang dikenal sebagai "kutukan sumber daya alam", sebuah paradoks dimana negara-negara dengan sumber daya alam yang melimpah seringkali kondisinya jauh lebih miskin daripada negara yang tidak memiliki sumber daya alam. Menteri Federal untuk Sumber Daya alam, Josh Frydenberg mengatakan Australia telah berkomitmen menyumbangkan dana lebih dari $20 ke EITI sejak tahun 2007. Dia mengatakan menjadi negara anggota inisiatif ini telah memperkuat kredibilitas Australia dalam mengadvokasi agar inisiatif ini bisa diadopsi lebih banyak negara lain di dunia. "Kita sudah memiliki tingkat transparansi yang besar di Australia, tetapi secara global tidak semua yurisdiksi memiliki tingkat transparansi yang baik," "Untuk perusahaan Australia yang beroperasi di luar negeri, fakta bahwa akan tersedia informasi lebih lanjut mengenai pengaturan pajak, biaya izin dan pembayaran lainnya terkait produksi sumber daya alam di wilayah hukum tertentu, itu akan menjadi berita baik bagi Australia dan juga kabar baik bagi sektor tambang dan migas global." Banyak organisasi non-pemerintah internasional telah menganjurkan adanya transparansi yang lebih besar antara penambang dan pemerintah selama beberapa dekade terakhir. Di antara mereka adalah Oxfam Australia, yang mendukung Australia menandatangani EITI tetapi memperingatkan bahwa penandatanganan itu saja tidak cukup. Oxfam mendukung program yang disebut 'Publish What You Pay' yang akan membuat persyaratan pengungkapan laporan keuangan ini bersifat wajib. Chris Madden, kepala kelompok advokasi pertambangan Oxfam Australia, mengatakan kondisi semacam ini akan berhasil dicapai jika inisiatif semacam ini diadopsi dalam bentuk UU. "Kepada kedua pihak yang akan bertarung di Pemilu nanti, Oxfam menyerukan agar kewajiban pengungkapan ini dijadikan UU," katanya. "Dan hal ini akan mewajibkan perusahaan pertambangan Australia untuk melaporkan pajak yang mereka sudah bayarkan berbasiskan negara dan juga proyek yang mereka lakukan," "Pengungkapan ini benar-benar penting bagi warga di negara-negara pertambangan sehingga mereka dapat memaksa perusahaan untuk mencatat apa yang mereka bayarkan." "Dan juga bagi mereka untuk memaksa pemerintah mereka sendiri untuk menjelaskan apa saja yang sudah dibayarkan oleh perusahaan tambang." Menurut Publish What You Pay, dua-pertiga dari orang termiskin di dunia tinggal di negara yang kaya dengan sumber daya alam. Perusahaan Layanan eksplorasi pertambangan, minyak, gas dan sumber daya alam  Australia sudah memperluas hubungannya dengan negara-negara Afrika. Ada sekitar 200 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efex Australia (ASX) beroperasi di sana, banyak dari mereka adalah  anggota Australia-Afrika Mineral dan Energy Group (AAMEG). AAMEG, sebelumnya bernama Australia-Afrika Mining Industry Group, telah menjadi pendukung kuat dari proses EITI dan telah menjadi anggota pendukung. "EITI telah melakukan banyak hal dalam  mempromosikan dan mendukung perbaikan tata kelola di negara-negara kaya sumber daya alam," kata CEO Trish O'Reilly. "Namun, AAMEG tidak percaya proses harus dijadikan Undang-undang. "Saya pikir kita tidak selalu harus memaksakan hal semacam ini lewat aturan, karena ini tentang etika dan moral dan [transparan] bisnis apa yang harus dilakukan. "Daripada mengatakan 'Anda harus melakukan ini'."

BACA JUGA: Demo Khas Peternak Australia, Serbu Kota dengan Traktor

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kursus Barista Mengubah Kehidupan Pengangguran di Queensland

Berita Terkait