Awalnya, Star Wars Dianggap Film Bodoh

Sabtu, 02 Januari 2016 – 10:56 WIB
Star Wars: The Force Awakens. Foto: AFP

jpnn.com - LOS ANGELES - George Lucas, 71, kreator sekaligus sutradara enam serial saga Star Wars, menyebut film bertema fiksi ilmiah-fantasi itu adalah bayinya. Tidak heran, dia amat perhatian terhadap “kelanjutan hidup” anak-anaknya tersebut.

Pasca “melepaskan’ Star Wars dan Lucasfilm ke Disney pada 2012 senilai USD 4 miliar (Rp 55,33 triliun), Lucas bisa dibilang bercerai dengan film itu. Di The Force Awakens, dia sama sekali tidak terlibat dalam proses produksi.

BACA JUGA: Dapat Bunga dari yang Tersayang, Bahagianya Maia Estianty

Dalam acara bincang-bincang bersama Charlie Rose, 73, yang disiarkan PBS pada Natal kemarin (25/12), alumnus University of Southern California itu mengungkapkan, dirinya tidak terlalu suka dengan film episode ketujuh tersebut.

Dalam serial terbaru, sang sutradara, J.J. Abrams, menghadirkan nuansa nostalgia. Dia menghadirkan lagi karakter seperti Han Solo, Princess Leia Organa, serta Luke Skywalker. Droids C-3PO dan R2-D2 serta pesawat Millenium Falcon juga ditampilkan.

BACA JUGA: Lho...Pacari Aura Kasih, Selera Glenn Dibilang Murahan

Nah, ide yang dipuji brilian oleh banyak kritikus itu dimentahkan Lucas. “Mereka ingin membuat film retro. Aku tidak suka itu,” tegasnya. Pria yang juga menyutradarai Indiana Jones tersebut bilang bahwa dirinya selalu menghadirkan konsep berbeda di tiap episode Star Wars. Misalnya setting pesawat luar angkasa dan planet yang selalu baru. Tapi, itu tak dilakukan Abrams.

Wajar Lucas kurang puas. Bahkan, dia sempat menganalogikan Disney “pemegang lisensi Star Wars” dengan sebutan white slavers. Istilah tersebut merujuk pada budak yang terlalu memanjakan kaum kulit putih.

BACA JUGA: Single tembus Satu Juta Penonton, Begini Kata Raditya Dika

Menurut dia, Disney terlalu mengejar untung dengan menghadirkan cerita yang tidak sejalan dengan Star Wars sebelumnya. Pernyataan keras Lucas itu menuai beragam respons dari publik.

Sadar dengan reaksi para fans, Lucas lantas menyampaikan permohonan maaf. Dia menyebutkan bahwa perumpamaan white slavers itu tidak tepat dan rawan memicu kesalahpahaman.

Dia menyatakan, dirinya menaruh respek besar kepada Disney. “Perlu kujelaskan, aku amat tersanjung saat Disney mewujudkan franchise (Star Wars) dalam film, televisi, dan taman hiburan,” ungkapnya sebagaimana dikutip Deadline pada Rabu (30/12).

Sebagai kreator, Lucas pernah merasakan pahitnya hujatan saat memperkenalkan Star Wars pada 1977. “Ketika Star Wars rilis, semua orang berkata, “itu cuma film bodoh tentang perang luar angkasa. Itu tidak nyata, tidak ada bobotnya”,” paparnya. Karyanya tidak mendapat tempat kala itu.

Namun, saat episode keempat rilis, kenyataan berkata lain. Film bertema fiksi ilmiah-fantasi itu justru punya penggemar loyal.

“Banyak studio yang berpikiran, “wow, kita bisa menghasilkan banyak uang”. Akhirnya, banyak yang membuat film tentang luar angkasa,” urai Lucas.

Meski demikian, Lucas tidak patah arang karena “melepas” Star Wars. Kepada Charlie Rose, dia menyatakan ingin memproduksi film yang nyeni dan punya cerita yang kuat secara emosi.

Lepas dari pendapat pribadinya soal The Force Awakens, Lucas menaruh respek terhadap rekor-rekor baru yang ditorehkan film itu.

“Aku amat terbuai dengan kesuksesan serial itu menembus rekor blockbuster. Dan tentu, aku amat bangga kepada J.J. (Abrams) dan Kathy (Kathleen Kennedy, presiden Lucasfilm, Red),” ucapnya. (LATimes/Forbes/moviepilot/fam/c19/jan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ki Kusumo Bilang 2016 Tahun Penuh Kejutan, Apa Saja?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler