Ayu Banget, Muslimah Bantu Pendeta Sediakan Sajian Natal

Rabu, 26 Desember 2018 – 07:32 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono saat bertami di rumah Pendeta Eka Laksa di Banyuanget, Kota Semarang. Foto: istimewa for JPC

jpnn.com, SEMARANG - Pemandangan adem terlihat saat seisi kampung di RT 07/RW 01 Kelurahan Bangetayu Wetan, Kota Semarang merayakan Natal, Selasa (25/12). Permukiman yang berada di bagian timur Kota Lumpia itu seakan memancarkan semangat kebersamaan dan toleransi antar-umat beragama.

Di situ ada rumah Pendeta Eka Laksa. Untuk merayakan Natal, eka menggelar acara sederhana untuk silaturahmi warga.

BACA JUGA: Spirit Kebinekaan dalam Open House Natalan

Sebagai tuan rumah, Eka menyediakan berbagai macam hidangan. Menariknya, hidangan itu buatan ibu-ibu yang bukan umat Kristen.

Ada perempuan-perempuan berhijab melebur di kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Primawanti yang bersama ibu-ibu pengajian kampung tersebut membantu Pendeta Eka menyiapkan perayaan Natal.

BACA JUGA: Gubernur Anies Ucapkan Selamat Natal di Depan Jemaat Gereja

"Karena saudara jadi harus bantu, kami bukan saudara kandung. Karena tetangga kan akhirnya jadi saudara. Bahkan kami manggil beliau (Pendeta Eka Laksa) tidak pernah dengan sebutan nama, tapi Pakde sama Bude," tutur Primawanti.

Yang sibuk bukan hanya Primawanti. Sejumlah pria yang mengenakan kopiah juga ikut sibuk dengan menata kursi.

BACA JUGA: Puji Tuhan, Malam Natal Damai dan Aman

Menurut Primawanti, suasana seperti itu bukanlah hal asing. Sebab, warga Bangetayu mengedepankan semangat persaudaraan tanpa memandang latar belakang agama ataupun suku.

"Saat halalbihalal setelah Idulfitri, kami kebingungan tempat untuk ngumpul, akhirnya Pakde (Pendeta Eka, red) menawarkan kediamannya. Ya oke saja," katanya.

Semangat di Bangetayu itu menarik perhatian banyak pihak. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menyempatkan diri menyambangi Bangetayu.

Ganjar tak sendirian. Ada pula Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono dan Panglima Kodam IV Diponegoro yang juga mengunjungi Bangetayu dan bertamu di rumah Pendeta Eka.

Karena itu, Ganjar punya kesan mendalam soal Bangetayu. "Ada yang menarik di kampung ini, Bangetayu kalau dibalik ayu banget. Ada kecantikan di sini tidak hanya nama kampungnya tapi ada harmoni di kampung,” ujar Ganjar.

Sebelumnya politikus PDI Perjuangan yang memimpin Jawa Tengah sejak 2013 itu juga mengunjungi Mgr Robertus Rubiyatmoko. Ganjar juga mendapat jamuan di kediaman Uskup Agung Semarang itu.

Pasugatane mbanyu mili (hidangannya mengalir terus tanpa henti, red). Bakso, nasi liwet, salad dan jajan pasar," katanya.

Menurut Ganjar, suasana seperti itu mengingatkannya pada ungkapan Jawa berbunyi crah agawe bubrah rukun agawe santoso. Artinya adalah pertikaian akan mengakibatkan kerusakan, rukun menciptakan kesentosaan.

"Inilah tradisi untuk merawat Bhinneka Tunggal Ika yang terus kita dengungkan dari Jawa Tengah. Inilah suasana yang mesti kita rawat terus menerus bahwa praktik Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika itu berjalan di sini. Faktanya ada, buktinya ada, orang semua bisa melihat secara visual dan inilah yang mesti kita tularkan ke tempat lain," ujarnya.(gul/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banser Bantu Polri dan TNI Amankan Natal


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler