Bagaimana Nasib Final Piala Eropa 2020? Simak Jawaban Presiden UEFA

Rabu, 14 Oktober 2020 – 23:01 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin dalam foto arsip 3 Maret 2020. (REUTERS/Yves Herman)

jpnn.com, JAKARTA - Presiden UEFA Aleksander Ceferin angkat bicara soal nasib putaran final Piala Eropa 2020, yang sebelumnya ditunda gara-gara pandemi Virus Corona (COVID-19) yang melanda dunia.

Ceferin tetap optimistis putaran final akan dapat diselenggarakan.

BACA JUGA: MU Berencana Beli Bek Sevilla, Namun Harus Jual 2 Pemain

UEFA menurutnya, sedang mempertimbangkan sejumlah skenario.

Putaran final turnamen elite itu awalnya direncanakan berlangsung 12 Juni sampai 12 Juli lalu.

BACA JUGA: Ini Hasil Laga Timnas U-19 Lawan Macedonia Utara Jilid 2

Namun gara-gara Covid, Maret lalu diambil keputusan menunda pelaksanaan putaran final.

"Tentu saja, saya akan mengatakan kepada Anda pada Februari bahwa Piala Eropa akan berlangsung normal dengan stadion-stadion yang penuh pada musim panas ini, namun semuanya berubah dalam waktu sebulan," ujar Ceferin seperti dikutip AFP.

BACA JUGA: Timnas U-19 Bakal Kehilangan Elkan Baggott dan Witan Sulaeman

"Jika Anda menanyakan kepada saya pada Februari apakah saya siap untuk pandemi yang akan menghentikan dunia, saya akan mengatakan Anda gila."

"Namun sekarang kami telah mempersiapkan diri dengan baik. Kami lebih cerdas dan kuat dibanding tahun lalu, sebagaimana kami sekarang tahu bahwa apapun dapat terjadi," tambah dia.

Sebagai langkah antisipasi, Ceferin mengatakan UEFA telah mempersiapkan sejumlah skenario putaran final yang ditunda sampai 11 Juni - 11 Juli 2021.

Ia juga mengatakan arena pertandingan dapat dipangkas dari rencana semula 12 stadion, meski saat ini UEFA belum mempertimbangkannya secara serius.

"Kami mempertimbangkan bagaimana melaksanakannya dengan adanya penggemar, tanpa penggemar, atau dengan 30, 50, atau 70 persen (kapasitas stadion)," tambah dia.

"Namun, secara teori, kami dapat menyelenggarakan Piala Eropa di 12 negara, di 11, sepuluh, atau tiga negara, atau satu (negara)," kata Ceferin.

Ceferin mengakui ide menyelenggarakan Piala Eropa di sejumlah negara di benua itu merupakan simbol hal yang bagus, meskipun juga bukan pekerjaan mudah, meski tanpa pandemi.

Ide menyebar tempat pelaksanaan Piala Eropa merupakan buah pikiran pendahulunya, Michel Platini, dan Ceferin mengakui bahwa dirinya mungkin tidak akan mendukung ide seperti itu lagi.

Namun, pria 53 tahun itu menegaskan, itu merupakan tantangan besar.

"Tetapi saya yakin Piala Eropa akan dimainkan tahun depan.," pungkas Ceferin.(Antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler