Bagi Bobby Nasution, Pilkada Kota Medan Itu Seperti Off Road

Senin, 07 Desember 2020 – 20:35 WIB
Bobby Nasution. Foto; Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyebutkan, menantu Presiden Joko Widodo yakni Bobby Afif Nasution bakal menemui jalan sulit pada Pilkada Medan.

Qodari mengibaratkan perjalanan Bobby menjadi Wali Kota Medan seperti off road.

BACA JUGA: Bobby Nasution Mengaku Sedih Melihat Ini

Dia mengungkapkan itu setelah melihat hasil survei yang dilakukan Indo Barometer terkait Pilkada Kota Medan pada 20 sampai 24 November 2020.

"Di Kota Medan ini kalau ibarat jalan, jalan off road. Bagi Bobby ini jalan off road. Bisa dilewati tetapi hati-hati," kata Qodari dalam konferensi persnya, Senin (7/12).

BACA JUGA: Dukung Bobby Nasution, Bara JP: Saatnya yang Muda Memimpin Medan

Menurut Qodari, tantangan Bobby pada Pilkada Kota Medan yakni mengambil pemilih yang belum menentukan pilihan dan merahasiakan jawaban, serta menantang petahana.

Berdasarkan data survei Indo Barometer, responden yang belum menentukan pilihan dan merahasiakan jawabab cukup besar.

BACA JUGA: Hasil Survei Indo Barometer: Erick Thohir 4, Mahfud MD 5, Ada Kejutan

Responden yang merahasiakan jawaban sekitar 27,5 persen dan belum memutuskan pilihan 28,5 persen.

Namun, Qodari menduga, kedua responden sisi ini ialah kelompok masyarakat yang tidak menggunakan hak suara pada Pilkada kota Medan 2020.

Dugan ini mengacu hasil survei Indo Barometer menyambut Pilkada Kota Medan 2015.

Kala itu, dua responden sisi itu juga mendominasi hasil survei.

Kemudian saat pemilihan, angka partisipasi pemilih pada Pilkada kota Medan 2015 hanya sekira 25 persen.

"Apakah ini nanti nyoblos atau tidak, melihat pola sebelumnya mereka tidak datang," ungkap Qodari.

Terkait elektabilitas, Bobby bersama calon wakil wali kota Medan Aulia Rachman mendapat 32,8 persen.

Sementara lawannya yang tercatat sebagai petahana yakni Akhyar Nasution dan calon wakil wali kota Medan Salman Alfarisi memiliki elektabilitas 9,8 persen.

Di sisi lain, kata Qodari, Bobby juga memiliki lawan tangguh pada Pilkada kota Medan yakni Akhyar Nasution.

Bobby misalnya lebih unggul dalam tingkat pengenalan dan kesukaan dibandingkan Akhyar.

Namun, Akhyar unggul dari sisi pengalaman daripada Bobby.

"Bobby dan Akhyar berbagi keunggulan di beberapa aspek, walaupun Bobby relatif lebih dominan, lebih banyak unggulnya," tandas dia.

Sebagai informasi, Indo Barometer melakukan survei pada 20 sampai 24 November 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Jumlah responden di tiap kota 400 responden dengan tingkat kesalahan atau margin of error kurang lebih 4,9 persen. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Survei Indo Barometer memiliki tingkat kepercayaan 95 persen. Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Kota Medan berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan. (ast/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler