Bajak Laut Bikin Resah, Harta dan Nyawa Nelayan Terancam, Polres Kayong Utara Langsung Bergerak

Jumat, 11 Juni 2021 – 05:01 WIB
Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo (ANTARA/Rizal)

jpnn.com, KAYONG UTARA - Bajak laut yang beraksi di Kepulauan Karimata, Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar) telah membuat resah para nelayan. Keberadaan mereka tidak hanya mengancam harta benda, tetapi juga nyawa para nelayan yang tengah mencari ikan di laut.

Polres Kayong Utara akan menindak dan melakukan pengejaran bajak laut yang meresahkan nelayan di Kepulauan Karimata. Selain itu, juga sekaligus menggandeng pihak lain untuk melakukan pendalaman informasi penjarahan di laut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA: Bajak Laut Merompak Nelayan Pulau Karimata, Pakai Senjata Api, Gunakan Kapal 4 Silinder 

“Kami saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait informasi yang kami dapat tersebut. Tentunya dalam hal ini akan bekerja sama dengan Lanal dan unit Polairud,” kata Kapolres Kayong Utara AKBP Bambang Sukmo Wibowo saat dihubungi di Kayong Utara, Kamis (10/6).

Bambang menjelaskan bahwa bajak laut yang diduga beraksi dengan senjata api tersebut meresahkan nelayan yang sedang mencari ikan di laut.

BACA JUGA: Ogah Disalahkan, Singapura Sebut Bajak Laut Beroperasi di Perairan Indonesia

Selain itu, juga menimbulkan kekhawatiran nelayan saat berada di tengah laut.

"Tidak hanya harta, namun nyawa mereka pun bisa terancam saat sedang menangkap ikan akibat ulah bajak laut," kata Kapolres.

BACA JUGA: Gawat, Bajak Laut Kembali Beraksi di Selat Malaka

Sebelumnya, nelayan Karimata secara bersama-sama melaporkan adanya bajak laut ke Kecamatan Kepulauan Karimata agar ditindaklanjuti.

Bajak laut itu diketahui telah beraksi telah cukup lama.

"Ada tiga pemilik kapal nelayan yang sudah melapor ke kami di Kantor Camat Kepulauan Karimata. Kapal itu yaitu dari KM Batara 2, KM PO Saedon dan KM Anugerah. Ketiganya ini terjadi di pertengahan Ramadan kemarin hingga sekarang," kata salah satu petugas Kecamatan Yerry saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterangan para nelayan daerah kepulauan yang berada di ujung Kayong Utara dan pernah menjadi korban perompakan, bajak laut itu membawa senjata api. Selain itu, jumlah mereka yang cukup ramai berkisar antara 6-7 orang perompak yang mengadang kapal nelayan.

"Para perompak ini tidak segan-segan akan menyakiti para korbannya yang melawan mereka atau mencoba melarikan diri," kata dia.

Dengan menggunakan mesin kapal 4 silinder, bajak laut tersebut menjarah ransum nelayan. Selain itu, hasil tangkap serta bahan bakar kapal yang digunakan nelayan juga tidak luput menjadi incaran bajak laut.

"Pembajak itu juga merampas barang- barang nelayan seperti solar, beras dan ikan hasil tangkapan dengan total kerugian mereka kurang lebih Rp 16 juta. Nelayan sudah melaporkan hal tersebut ke bupati Kayong Utara dan aparat hukum di Polres Kayong Utara," katanya. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler