Bakir Pasaman Raih Penghargaan The Best CEO Driving Execution Anak Perusahaan BUMN Terbaik

Senin, 20 Juli 2020 – 16:30 WIB
Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman (tengah). Foto dok Pupuk Kaltim

jpnn.com, JAKARTA - Pupuk Kaltim mendapat apresiasi dari BUMN Track dalam ajang 9th Anugerah BUMN 2020 di The MAJ Senayan – The Terrace Jakarta.

Pupuk Kaltim meraih tiga penghargaan dalam ajang tersebut, yaitu Terbaik I Kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG), Terbaik I Kategori Inovasi Bisnis dan The Best CEO Driving Execution Anak Perusahaan BUMN Terbaik yang diterima oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman.

BACA JUGA: Pupuk Kaltim Dapat 3 Penghargaan dalam Ajang 9th Anugerah BUMN 2020

Bakir Pasaman dinilai mampu memberikan visi, formulasi strategi, driving strategy, passion dalam SDM yang unggul, serta leading change dalam memimpin Pupuk Kaltim.

Kinerja unggul yang menunjukkan peningkatan kontribusi kepada negara secara signifikan dari tahun ke tahun, membuat Pupuk Kaltim terus berupaya meningkatkan kinerja untuk mencapai realisasi target yang ditetapkan.

BACA JUGA: Karyawan Pupuk Kaltim Salurkan Donasi Rp2,2 Miliar

“Hal ini menjadi budaya perusahaan dengan berbagai inovasi yang didukung SDM unggul di seluruh unit kerja,” kata Bakir.

Penghargaan ini dirasa tidak berlebihan, mengingat beragam prestasi dan capaian yang menghiasi langkah Pupuk Kaltim selama 3 terakhir yang dipimpin oleh Bakir Pasaman, sebagai produsen urea terbesar di Indonesia dan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.

BACA JUGA: Pupuk Indonesia Tawarkan Obligasi Rp 2,5 Triliun

Keberhasilan Pupuk Kaltim menjadi suatu kebanggaan akan proses dan perjalanan yang tak lepas dari beragam tantangan.

“Seluruh capaian tersebut didasari komitmen Pupuk Kaltim pada berbagai sektor, baik dalam penerapan aktivitas bisnis Perusahaan, hingga lingkungan dan masyarakat,” terang Bakir.

Misalnya dalam kualitas mutu, Pupuk Kaltim berkomitmen untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi sesuai dengan standar SNI secara konsisten dan berkelanjutan, dibuktikan dengan menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih Appreciation for Maintaining Grand Platinum (tertinggi) dalam ajang SNI Awards 2019, yang digelar oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Penghargaan ini menjadi kebanggaan karena pada 2016, Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih predikat Platinum.

Lalu pada 2018, Pupuk Kaltim juga menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih Grand Platinum, setelah berhasil memper-tahankan peringkat Platinum tiga tahun berturut-turut (2016-2018).

“Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas komitmen yang tinggi dalam menerapkan SNI secara konsisten dan berkelanjutan, serta mampu mengembangkan inovasi yang signifikan untuk pengembangan bisnis berkelanjutan,” ucap Bakir.

Dalam kancah industri pupuk dunia, Pupuk Kaltim juga meraih Gold Medal dalam ajang International Fertilizer Association (IFA) Industry Stewardship Champions di Versailles Prancis pada 2019.

Masih dalam skala internasional, pada ajang APQO International Conference ke-25 dan International Quality and Productivity Convention (IQPC) 2019 pada 2019, Pupuk Kaltim meraih predikat Platinum, sebagai penghargaan tertinggi di Asia Pasifik bagi industri yang berhasil menerapkan inovasi berkelanjutan dalam mencapai kinerja terbaik dan sejalan dengan implementasi Industri 4.0 Readiness Index.

Dalam ajang yang sama, Pupuk Kaltim juga berhasil mempertahankan predikat World Class Global Performance Excellence Award (GPEA), serta Senior Leadership Commitment to Quality APQO International Individual Awards (AIIA) 2019 kepada Bakir Pasaman, atas kinerja kepemimpinan yang dinilai berkomitmen terhadap kualitas dan mutu produk melalui penerapan inovasi berkelanjutan di lingkungan Perusahaan.

Seluruh penghargaan ini menjadi semangat dan motivasi bagi Pupuk Kaltim untuk terus meningkatkan performa di berbagai bidang.

Setiap tahun Pupuk Kaltim terus mengembangkan berbagai aplikasi untuk menunjang kinerja Perusahaan, sebagai langkah inovasi yang sejalan konsep digitalisasi industri 4.0.

“Semua ini untuk mendorong efisiensi sekaligus peningkatan nilai tambah dan daya saing Pupuk Kaltim sebagai salah satu perusahaan petrochemical industry bertaraf internasional,” tandas Bakir.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler