Bakrie Lunasi Utang dengan Saham Baru

Liabilitas BUMI Terlalu Tinggi

Jumat, 06 Desember 2013 – 06:16 WIB

jpnn.com - JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) segera menerbitkan saham baru (rights issue) untuk melunasi utang USD 3,45 miliar kepada China Investment Corporation (CIC). Saham baru dari perusahaan tambang grup Bakrie tersebut senilai Rp 5,8 triliun.

Direktur dan Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava mengumumkan pihaknya akan menerbitkan satu jenis saham baru dengan nominal Rp 200 atau lebih rendah dibandingkan Rp 500 sebagai nilai nominal saham yang sudah ada. Saham yang akan diterbitkan adalah seri B.

BACA JUGA: Investor Asing Cari Aman

Saham yang sudah ada adalah seri A. "Saham seri B perseroan ini memiliki hak-hak yang sama dengan saham seri A perseroan," ujarnya.

Peningkatan modal dengan cara penerbitan saham baru ini tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non HMETD) alias private placement untuk kreditur perseroan terutama CIC sebagai upaya konversi utang menjadi saham. Jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 13.665.552.942 saham baru dan harga yang akan ditawarkan sebesar Rp 425 per saham. Maka dana yang terhimpun setara Rp 5,8 triliun.

BACA JUGA: Toyota Stop Jual Yaris

Harga rata-rata saham BUMI dalam perdagangan di BEI sejak Oktober sampai saat ini sebesar Rp 388. Sedangkan harga saham baru yang ditentukan dalam aksi korporasi ini sebesar Rp 425, meskipun nilai nominal sahamnya lebih rendah dibandingkan nilai saham lama.

Kenapa mahal? "We are follow regulation," jawab Dileep melalui pesan singkat kemarin.

BACA JUGA: Tahun 2014, Bandara Sepinggan Patok Laba Rp 230 Miliar

Dalam paparannya disebutkan bahwa penentuan harga saham baru tersebut telah sesuai dan telah memenuhi ketentuan peraturan BEI nomor I-A. Peraturan itu menyebut harga sekurang-kurangnya sama dengan rata-rata penutupan dari harga saham perseroan selama kurun 25 hari bursa berturut-turut di pasar regular, sebelum dilakukannya pengumuman mengenai akan diadakannya pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang mengagendakan penambahan modal tanpa HMETD.

BUMI menyebutkan manfaat dari transaksi ini untuk memperkuat struktur permodalan perseroan, pengurangan utang sekaligus penambahan saham baru yang akan membantu BUMI memiliki rasio utang terhadap ekuitas yang lebih solid. Selain itu untuk mengurangi beban keuangan pembiayaan, penurunan risiko keuangan, dan diharapkan beban keuangan yang ditanggung perseroan akan mengalami penurunan.

"Penurunan beban keuangan pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas serta memperkuat arus kas perseroan di masa yang akan datang yang disebabkan menurunnya cicilan pokok utang," ungkapnya.

Penerbitan saham baru dirasa harus dilakukan oleh manajemen BUMI memertimbangkan posisi utang yang terlampau tinggi. Berdasarkan laporan keuangan, total liabilitas perseroan per 30 Juni 2013 sebesar USD 6,98 miliar, atau telah melebihi 80 persen dari total aset perseroan sebesar USD 7,10 miliar.

Untuk memperbaiki keuangannya, BUMI melancarkan berbagai aksi, salah satunya menerbitkan saham baru untuk ditukar dengan utang. Perseroan akan meminta persetujuan dari pemegang saham dalam RUPSLB yang akan digelar pada 20 Desember 2013. Investor yang berhak hadir adalah yang tercatat (recording date) pada 4 Desember 2013. (gen/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polda Metro Jaya Siaga Banjir Jakarta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler