Balita dan ABG Korban Ledakan SPBB Terapung Belum Ditemukan

Kamis, 18 Mei 2017 – 18:25 WIB
Ilustrasi POlice line. Foto: AFP

jpnn.com, BANYUASIN - Korban terbakar dan meledaknya SPBB terapung No.27.763.07 milik PT Karisma Samudra serta dua jukung di Mariana dipastikan bertambah dua orang.

Namun, keduanya belum ditemukan. Salah satunya, Rizki (4), putra pasangan suami istri Herman dan Rusmala (yang sedang dirawat di RSMH Palembang).

BACA JUGA: Pemasangan Rel LRT Palembang Dikerjakan Minggu Ini

Yang kedua, Andi, 18, anak baru gede (ABG), putra Yusuf. Mereka warga Desa Lingkis, OKI. “Kami dapatkan data dari keluarga korban, ada dua orang yang hilang pascakejadian dua hari lalu,” ujar Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi SIK, kemarin.

Kepastian hilangnya Rizki diungkap Rusmala, ibu balita tersebut. Saat kejadian, Rizki berada di kemudi jukung. Sedangkan hilangnya Andi dilaporkan Yusuf, sang ayah. “Dia (Andi, red) ikut jukung Syaiful aliad David,” ujarnya.

BACA JUGA: Duarrr! SPBB Meledak, Satu Tewas, Lima Orang Terbakar

Kemarin, tim gabungan Satpolairud Polda Sumsel, Polairud Polres Banyuasin, Polsek Mariana, Basarnas dan dibantu warga sekitar melakukan pencarian dua korban yang hilang di lokasi. “Hingga sore, belum ditemukan,” tutur Kapolres.

Mengenai penyebab pasti SPBB dan kedua jukung terbakar masih dalam penyelidikan. Pihaknya tidak mau menduga-duga tanpa fakta. Tim dari Puslabfor Polda dipimpin AKBP Khadafi sudah olah tempat kejadian perkara. “Kita tunggu saja hasilnya,” imbuh dia.

BACA JUGA: Ckckck, Dua Pemuda Disergap Polisi Lagi Bawa Kambing Betina Curian

Kapolsek Mariana, AKP Nazarudin SIK, mengatakan, dari olah TKP, diamankan beberapa serpihan mesin, jukung, drum, jeriken minyak, selang dan sejumlah barang bukti lainnya. “Semuanya sudah dibawa ke Mapolsek,” bebernya.

Sedangkan untuk kedua korban yang belum ditemukan dalam dalam proses pencarian. Hari ini, tim akan melanjutkan penyisiran di sekitar TKP. Kasat Polairud Polres Banyuasin AKP Suprawira SIK mengatakan, sesuai standar operasi prosedur (SOP), pencarian berakhir pukul 18.00 WIB.

Karenanya, pagi ini baru dilanjutkan kembali. Jika belum ketemu juga, akan terus dilakukan hingga tujuh hari. “Untuk besok (hari ini), radiusnya akan diperluas menjadi 1 km,” ungkapnya.

Tim cukup kesulitan karena air di lokasi keruh dan penuh tiang kayu. Karena itu, metode pencarian berubah. Dari semula pakai alat selam, berakhir ke sistem manual. “Ada puluhan personel yang diturunkan,” tandas Suprawira.

Sementara itu, Area Manager Communication and Relationship Sumbagsel PT Pertamina, M Roby Hervindo, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memperkirakan kerugian akibat terbakarnya SPBB terapung di Mariana. Termasuk memastikan jumlah premium yang ada di SPBB itu pada saat dan setelah kejadian.

“Lokasi masih di-police line, jadi tim belum bisa masuk dan memastikan ke sana,” jelasnya, kemarin. Namun melihat ukuran kapal yang dibawah 30 GT (gross tonage), tidak terlalu banyak minyak yang dibawa.

Tinggal lagi nantinya memastikan, berapa yang sudah diisikan ke kapal sesaat sebelum kebakaran itu terjadi. Dari hasil investigasi awal sesaat setelah kejadian dua hari lalu, kemungkinan besar tangki berisi BBM yang ada di SPBB itu tidak meledak. Dengan begitu, sebagian minyak yang ada masih bisa diselamatnya.

“Jadi, yang terbakar itu hanya pontonnya, sama kapalnya,” ungkap Roby. Namun, untuk kepastiannya, Pertamina masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. Untuk diketahui, di wilayah Palembang saat ini ada lima SPBB terapung.

Mengantisipasi terjadinya insiden seperti di SPBB terapung Mariana, sebenarnya Pertamina selalu melakukan sosialisasi dan pelatihan. Khususnya kepada petugas SPBU, juga SPBB. “Materi yang diberikan sesuai standar operasi prosedur (SOP) HSSE,” bebernya.

Termasuk juga mengecek kondisi sarana dan prasarana (sarpras) yang ada pada SPBU maupun SPBB. Juga mengajarkan bagaimana cara mengisikan BBM yang aman pada kendaraan konsumen. Namun diakuinya, kejadian di SPBB terapung Mariana agak berbeda.

“Hasil investigasi awal, api dari kapal, baru menyambar ke SPBB,” ujarnya seperti dikutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) hari ini.

Diwartakan sebelumnya, SPBB terapung di Mariana itu terbakar dan meledak pada Senin (15/5), pukul 15.30 WIB. Insiden itu terjadi saat operator SPBB sedang mengisikan premium ke sebuah jukung.

Selain SPBB itu, dua jukung dan enam orang ikut terbakar. Salah seorang meninggal dunia, yakni Rudi (22), warga Lingkis, OKI. Lima lainnya, terluka bakar serius. Mereka, Herman (25), Roni (19) dan Rusmala (41), warga Lingkis, OKI yang dirawat di RSMH Palembang serta Hasan Ashari (44), warga Kenten di RS RK Charitas. Seorang lagi, Sahrudin (41), warga Mariana dilarikan ke RS Kusta dr A Rivai Abdullah.(qda/tha/ce1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Injak Kaki saat Joget di Acara Orgen Tunggal, Jleb… Dayat Innalillahi...


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler