Balitbangtan Kerja Sama Pemanfaatan Inovasi Iptek Pertanian

Rabu, 04 Juli 2018 – 17:42 WIB
Gedung Kementerian Pertanian. Foto IST

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Balitbangtan membuka diri untuk melakukan kerja sama yang bisa memberikan manfaat lebih bagi bangsa.

Terbaru, Balitbangtan mengandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan tenaga Atom Nasional (BATAN) dan dua universitas yaitu Institut Pertanian Bogor dan Universitas Brawijaya untuk melakukan penandatanganan kesepakatan bersama tentang kerja sama penelitian, pengembangan dan pemanfaatan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi bidang pertanian.

BACA JUGA: Harga Beras Turun Petani Tetap Untung

Kesepakatan itu ditandatangani Selasa (3/7) saat pembukaan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI di Hotel Bidakara, Jakarta.

WNPG merupakan forum multistakeholder antara akademisi, pemerintah, industri dan masyarakat untuk memberi rekomendasi arah perubahan kebijakan pangan dan gizi di Indonesia.

BACA JUGA: Peran Kementerian Pertanian Dalam Penanganan Stunting

Dalam acara yang merupakan kerja sama LIPI dengan beberapa Kementerian dan Lembaga, termasuk Kementerian Pertanian ini fokus membahas mengenai percepatan penurunan dan pencegahan stunting untuk sumberdaya manusia Indonesia yang berdaya saing.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko menjelaskan pertanyaan pokok yang ingin dijawab dalam WNPG XI ini adalah bagaimana upaya untuk mempercepat efektivitas kebijakan, program dan strategi penurunan dan pencegahan stunting di Indonesia.

BACA JUGA: Ditemui Dubes Iran, Mentan Bahas Investasi dan Impor

“Tujuan penyelenggaraan WNPG XI untuk merumuskan strategi percepatan efektivitas kebijakan serta program pangan dan gizi terkait prevalensi stunting secara lintas pemangku kepentingan untuk lima tahun kedepan” tutur Tri.

Terkait dengan riset pangan dan gizi kedepan, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengharapkan WNPG XI bisa menjadi arah dalam pengembangan riset pangan dan gizi, agar hasil penelitian bisa berdampak langsung pada perbaikan kualitas sumberdaya manusia.

“Secara spesifik, mampu berkontribusi pada pengurangan dan pencegahan stunting," tutur Nasir.

Selain Menko PMK dan Menristekdikti, pada pembukaan WNPG XI juga hadir Menteri PPN/Kepala Bappenas dan secara khusus ada pengarahan dari Wakil Presiden M. Jusuf Kalla yang merupakan penanggung jawab program nasional prevalensi stunting.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... FAO Apresiasi Kerja Mentan Memajukan Industri Pertanian


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler