Bamsoet Resmi Menutup Lomba Free Fly Burung Macaw Se-Indonesia, Ini Daftar Pemenangnya

Minggu, 27 Maret 2022 – 22:20 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo menyerahkan trofi dan hadiah kepada para pemenang lomba free fly burung macaw se-Indonesia, Minggu (27/3). Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, DENPASAR - Ketua MPR Bambang Soesatyo resmi menutup lomba free fly Burung Paruh Bengkok (Macaw) yang berlangsung di Blackstone Beach, Bali.

Lomba yang memperebutkan piala Ketua MPR itu diikuti 300 peserta dari seluruh Indonesia yang digelar pada 26-27 Maret dengan mempertandingkan empat kelas, yakni kelas flock Macaw, kelas single Macaw, kelas medium dan kelas beauty contest.

BACA JUGA: Bamsoet Ingin Atlet Catur Indonesia Berjaya di Kancah Internasional

"Lomba Free Fly Piala Ketua MPR RI menjadi ajang media gathering, silaturahmi dan sarana saling bertukar informasi antar komunitas pecinta burung paruh bengkok," kata Bamsoet yang akrab disapa saat menutup perlombaan sekaligus menyerahkan trofi kepada para pemenang, Minggu (27/3).

Pada lomba free fly Burung Paruh Bengkok (Macaw), keluar sebagai pemenang dengan hadiah tiga motor listrik Bike Smart Electric dan uang tunai Rp 7 juta, yaitu Jawa Barat (juara umum), disusul DKI Jakarta, Bali dan Jawa Timur.

BACA JUGA: Anggota DPR Ichsan Firdaus Meninggal Dunia, Ini Kenangan Bamsoet Bersama Almarhum

Rinciannya, Fendi juara pertama dari kelas Single Macaw, Atunk juara pertama kelas flock Macaw, dan Utama Mandala juara pertama kelas medium, sedangkan kelas beauty contest dimenangkan Yusuf Ilyasin.

Dalam kesempatan itu, Bamsoet mengingatkan habitat asli satwa di dunia banyak mengalami kerusakan, baik disebabkan faktor alam maupun karena faktor campur tangan manusia contohnya akibat penebangan hutan atau de-forestasi yang terus menerus dilakukan.

BACA JUGA: Bamsoet Apresiasi Qarrar yang Raih Juara Kedua Kejuaraan Gokar di Italia

"Hingga Januari 2022, hutan Amazon Brazil yang menjadi habitat bagi beberapa jenis Macaw, wilayah yang terdampak de-forestasi telah mencapai 430 kilometer persegi," beber Ketua DPR ke-20 itu.

Dia menyebut kerusakan tersebut lima kali lebih besar dari kerusakan hutan pada 2021.

Di Indonesia, kata Bamsoet, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat luas areal kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2021 mencapai 354.582 hektare atau mengalami peningkatan 19,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menyampaikan dari aspek perubahan iklim, patut diwaspadai peningkatan potensi kebakaran hutan yang disebabkan oleh musim kemarau berkepanjangan.

Merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi kebakaran hutan di Indonesia pada 2022 akan lebih besar, karena musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya

"Semakin berkurangnya habitat asli yang dimiliki, maka upaya konservasi satwa secara konvensional dengan melepas-liarkan satwa ke habitat aslinya harus tetap mempertimbangkan berbagai faktor risiko, seperti ancaman perburuan satwa oleh manusia," kata Bamsoet.

Karena itu dia menegaskan, perburuan satwa liar yang dilindungi tidak saja dapat menyebabkan kepunahan, tetapi juga mengganggu siklus rantai makanan dan keseimbangan ekosistem hutan.

Wakil Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia itu menambahkan penangkaran satwa oleh masyarakat bisa menjadi salah satu solusi mencegah kepunahan.

"Penangkaran satwa ini harus tetap dilakukan mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan harus mempertahankan kemurnian jenis satwa," tegasnya.

Tak hanya itu, penangkaran juga harus memenuhi standar prosedur pemeliharaan satwa.

"Jadi, penangkaran tidak hanya penting untuk menjaga kuantitas populasi, tetapi juga kualitas hidup satwa yang ditangkarkan," tandasnya. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler