Bamsoet Sarankan Pilkada Kenormalan Baru Manfaatkan Teknologi Informasi

Senin, 06 Juli 2020 – 17:38 WIB
Bambang Soesatyo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, suka atau tidak di saat kondisi pandemi Covid-19 ini akan kelihatan mana para pemimpin-pemimpin di level dunia, nasional, daerah, yang betul-betul memimpin di masa krisis.

"Ini yang akan memengaruhi pada periodesasi kepemimpinan berikutnya. Karena di sinilah bukti kekuatan seseorang itu diuji, dilihat dan dipertontonkan di publik," kata Bambang dalam diskusi Adaptasi New Normal di gedung parlemen, Jakarta, Senin (6/7).

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan: OJK Perlu Direformasi, Bukan Dibubarkan

Bamsoet, panggilan akrabnya, menambahkan masa pandemi Covid-19 juga akan menunjukkan adanya pergeseran kekuatan yang diperkirakan dari blok barat mengarah ke blok timur, kemungkinan juga akan mengawali lahirnya zaman baru.

"Zaman baru yang saya maksud adalah perang dingin antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Apakah nanti akan berakhir seperti Amerika dengan Rusia? Karena pandemi ini tentu situasi kekuatan akan berubah," ujarnya.

BACA JUGA: Bamsoet Ajak Kaum Milenial Bumikan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ia menambahkan pandemi Covid-19 juga akan memperkuat kekuatan oligarki dalam satu sistem demokrasi.

Menurut Bamsoet, bisa dilihat sekarang bahwa di mana-mana juga muncul kekuatan-kekuatan oligarki yang makin kuat.

BACA JUGA: Bamsoet: Generasi Milenial Jangan Abaikan Nilai Luhur Pancasila

Selain itu, kata Bamsoet, pandemi ini juga telah menunda pesta demokrasi di berbagai negara.

Bamsoet menyebutkan, ada 47 negara yang menunda pilpres atau agenda-agenda politiknya.

Termasuk Indonesia yang menunda pilkada serentak dari September menjadi Desember 2020.

"Apakah (pilkada) akan berlangsung sebagaimana diharapkan? Karena perkembangan kasus Covid ini makin meningkat. Setidaknya hampir per hari itu tumbuh 1.000 kasus baru," ujar dia.

Nah, Bamsoet mengatakan ini juga akan mendorong masyarakat pada pengertian dan keyakinan untuk memasuki kehidupan yang disebut kenormalan baru.

"Kemudian apakah kehidupan yang baru ini hanya berlaku pada sosial dan ekonomi, seharusnya tidak. Semestinya, kenormalan baru juga mendorong kreativitas di bidang atau sektor politik," katanya.

Ia menambahkan kenormalan baru harus mengubah wajah politik Indonesia yang tadinya manual, konvensional mengarah kepada digitalisasi.

Karena itu, Bamsoet berujar, di politik juga harus didorong agar mengikuti perkembangan baru. Karena dunia akan mengarah kepada individualistik, kemajuan teknologi robotik, dan digitalisasi.

"Suka tidak suka, kita harus masuk ke sana. Waktu yang tepat menurut saya sebagai uji coba adalah pilkada nanti harusnya kita sudah masuk kepada pilkada gaya normal baru," paparnya.

Dia mencontohkan, pilkada normal baru adalah tidak masuk bilik suara, tak memakai tinta dan paku, tetapi menggunakan teknologi digital.

Bamsoet menyatakan bahwa handphone saja saat ini sudah menggunakan barcode.

Dia mengharapkan para pemilih atau pemilik suara ketika nanti diedarkan formulir pendaftaran peserta pilkada, itu sudah harus masukkan nomor teleponnya, NIK dan segala macam untuk langsung dapat kode barcode.

Dengan demikian, kata dia, diharapkan tidak ada lagi antrean panjang di TPS-TPS.

"Begitu datang, langsung tempel barcode-nya di satu tiang, sudah masuk pilihannya di situ, sehingga tidak perlu mengantre, dan duduk lama untuk masuk bilik suara," ujar politikus Partai Golkar itu.

Menurut dia, cara ini juga akan menciptakan kejujuran di dalam proses pemungutan suara.

"Menciptakan kejujuran daripada upaya-upaya memainkan suara di balik bilik suara perhitungan. Nah, itu juga terhindarkan," katanya.

Dengan begitu, kata Bamsoet, ketika beberapa saat pelaksanaan pemungutan suara dilakukan, publik sudah bisa tahu siapa yang menjadi pemenang di TPS-nya.

Nah, kata Bamsoet, bagaimana cara mengimplementasikan gagasan ini, merupakan urusan para pemain teknologi informasi.

"Saya hanya melempar gagasan atau ide bahwa kenormalan baru harus juga ditandai dengan perubahan dari sistem politik dan pilihan pemilihan suara di politik dengan memakai kemajuan teknologi," kata dia. (boy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler