Bamsoet: Satukan Tekad dan Langkah Bersama Bangkit dari Pandemi Covid-19

Rabu, 28 April 2021 – 23:35 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menjadi keynote speaker acara Teropong CSR Award 2021 secara virtual, di Jakarta, Rabu (28/4/21). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan corporate social responsibility (CSR) memiliki peran penting dalam membangun kesadaran para pelaku usaha agar dalam menyelenggarakan aktivitas perekonomian tidak melupakan partisipasi dan kontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sebab, pada hakikatnya, perusahaan tidak hanya memiliki tanggung jawab kepada shareholders (pemegang saham) melainkan juga kepada masyarakat dan lingkungan (stakeholders).

BACA JUGA: IMI Terima Motor Trail KTM 125 SX Untuk Juara Umum Kejurnas Motocross 2021 Piala Ketua MPR RI

"Acara penganugerahan CSR Award yang diselenggarakan media Teropong Senayan dapat menjadi momentum untuk menggugah kembali rasa solidaritas dan kepedulian para pelaku usaha terhadap kondisi lingkungan sosial,” ujar Bamsoet saat menjadi keynote speaker acara Teropong CSR Award 2021 secara virtual, di Jakarta, Rabu (28/4/21).

Pada penyelenggaraan Teropong CSR Award 2021, terdapat beberapa kategori penghargaan yang akan diberikan kepada para pelaku usaha. Antara lain Peduli Sosial, Peduli Bencana, Peduli Covid-19, Peduli Lingkungan, Peduli UMKM, Pengembangan Digital E-Learning, dan Kategori Pendidikan.

BACA JUGA: Bamsoet Sampaikan Kabar Gembira Buat Pemegang Kartu Anggota IMI

Turut serta antara lain pemilik Teropong Senayan Ariadi Ahmad serta Pemimpin Redaksi Teropong Senayan Rihad Wiranto.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, dalam menghadapi pandemi Covid-19, yang paling dibutuhkan adalah sikap solidaritas kebangsaan.

BACA JUGA: Bamsoet Bersama Majelis Talim Baitus Solihon Santuni Anak Yatim

Menurut Bamsoet, kepedulian dunia usaha terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya adalah manifestasi nyata dari wujud solidaritas tersebut. Sekaligus implementasi dari nilai-nilai luhur bangsa yang menjunjung tinggi semangat gotong-royong dan saling bahu membahu antar sesama anak bangsa.

Hingga 27 April 2021, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia tercatat mencapai lebih dari 1,6 juta kasus. Sementara rasio angka kematian sebesar 2,7 persen, dan rasio angka kesembuhan mencapai 91 persen.

Angka ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan rata rata rasio angka kesembuhan global yang sekitar 58 persen. Meskipun demikian, tingginya rasio angka kesembuhan ini tidak boleh membuat kita lalai dan abai dalam upaya penanganan serta pengendalian pandemi Covid-19,” kata Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, Indonesia dapat belajar dari India yang pada awal tahun 2021 lalu mendapatkan banyak pujian dari dunia internasional atas berbagai kebijakan yang dilakukan dalam pengendalian pandemi Covid-19.

Baik melalui pelaksanaan testing, tracing, isolasi, maupun program vaksinasi yang dilakukan secara masif dan signifikan. India juga tercatat sebagai salah satu negara produsen vaksin dengan skala besar.

"Bahkan distribusi vaksin di India mencatatkan rekor dengan jumlah 100 juta dosis vaksin yang dibagikan dalam 85 hari, lebih cepat dari Amerika Serikat dalam 89 hari dan Tiongkok dalam 102 hari," terang Bamsoet.

Namun, sikap lalai dan abai dalam mematuhi protokol kesehatan, dan semakin kendornya kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat yang mengundang keramaian massa, telah menyebabkan terjadinya ledakan kedua kasus Covid-19 di India.

Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) ini memaparkan, penambahan jumlah kasus harian Covid-19 di India bahkan telah mencatatkan rekor baru. Menembus angka 354 ribu kasus per hari, dengan angka kematian mencapai lebih dari 2.800 kasus per hari.

Dia mengingtakan jika tidak hati-hati, apa yang terjadi di India tidak mustahil dapat terjadi juga di Indonesia. Mengingat angka positivity rate yang masih fluktuatif dan dinamis dalam beberapa hari ini tercatat pada kisaran antara 10 hingga 16 persen. Mengisyaratkan bahwa Indonesia belum berada di zona aman.

"Apalagi hingga saat ini, per 27 April 2021, dari target sasaran vaksinasi sebesar 181.554.465 penduduk, Indonesia baru melakukan vaksinasi ke-1 terhadap 11.981.034 penduduk, dan vaksinasi ke-2 terhadap 7.178.768 penduduk. Menandakan masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Sekaligus menjadi pengingat agar kita tetap mematuhi protokol kesehatan," urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, penganugerahan Teropong CSR Award 2021 harus dijadikan momentum untuk menyatukan langkah dan tekad guna bersama-sama bangkit dari Pandemi Covid-19.

Para pemenang Teropong CSR Award Tahun 2021 diminta agar tidak pernah berhenti untuk memupuk rasa tanggungjawab dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat sekitar.

“Selamat kepada para pemenang. Semoga apresiasi yang diberikan ini dapat menjadi penyemangat bagi segenap pelaku usaha, untuk terus melakukan langkah-langkah inovatif dalam melaksanakan tanggungjawab sosial kepada masyarakat, bangsa dan negara," pungkas Bamsoet.(jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler