jpnn.com, JAKARTA - Showbiz, band indie dream-pop asal Jakarta, merilis single yang berjudul Precious Time pada Jumat (31/1).
Lagu tersebut berkisah tentang kesalahpahaman, penyesalan, dan keinginan untuk memutar kembali waktu.
BACA JUGA: Bernadya, Si Fenomenal
Dirilis melalui Sinjitos Collective, lagu Precious Time memiliki nuansa sedih yang secara kontras dipadukan dengan irama yang cepat dan cenderung energik.
Showbiz mengambil nuansa vokal yang introspektif seperti band The Radio Dept, yang dibalut dengan petikan gitar jangle serta ketukan drum repetitif seperti band New Order.
BACA JUGA: Setelah Perjalanan Panjang, Ghostbuster Akhirnya Rilis Album Insulin Adrenalin
Terinspirasi dari kisah sebuah hubungan yang berakhir, Precious Time menggali kompleksitas emosional dari rasa penyesalan.
Lagu tersebut ditulis pada 2003 oleh Joseph Saryuf (instrumen, vokal latar), yang direkam ulang dengan aransemen baru pada 2024.
BACA JUGA: Total Chaos Kembali Berkobar di Bali
Melalui lagu itu, Showbiz ingin mengajak pendengar untuk masuk ke dalam narasi tentang patah hati, dan keinginan untuk memutar kembali waktu.
“Rasanya semua orang pasti pernah mengalami fase patah hati, dan kami mencoba menulisnya dengan menggunakan cara pandang kami sebagai band," ungkap Merdi Leonardo (vokal utama) dari Showbiz, Jumat (31/1).
Penggalan lirik seperti 'don’t stop me now to take you back to our time' dan 'please turn the time back to where we have started' menggambarkan kerinduan universal akan kesempatan kedua.
Merdi menilai lagu Precious Time perlu mendapatkan kesempatan kedua sehingga harus dirilis.
"Setelah pada 2003 hanya direkam tanpa ada kelanjutannya, kali ini kami mencoba memberikan kekuatan baru pada lagu ini melalui aransemen yang berbeda dan sound yang kami rasa lebih fresh dan modern. Kami harap lagu ini bisa mendapatkan kesempatan kedua yang lebih baik dari sebelumnya," tambahnya.
Setelah peluncuran Precious Time, Showbiz akan merilis single berikutnya yang berjudul What A Fool I’ve Been pada akhir Februari 2025.
Showbiz juga berencana kembali ke studio untuk merekam beberapa lagu tambahan yang bakal masuk dalam album penuh yang dijadwalkan rilis tahun ini.
Showbiz merupakan band pop asal Jakarta yang dibentuk oleh dua sahabat lama, Joseph Saryuf (instrumen, vokal latar) dan Merdi Leonardo (vokal utama).
Band ini bermula dari 2003 ketika Joseph, yang saat itu bekerja sebagai komposer untuk sinetron, mulai menulis lagu dan membagikannya kepada kolaborator musiknya sejak SMP, Merdi.
Dari dua lagu yang direkam, Merdi mengisi vokal untuk Precious Time, sementara Joseph menjadi vokalis utama di lagu What a Fool I’ve Been.
Melalui jaringan teman-teman, lagu-lagu tersebut akhirnya masuk ke dalam Pop Shower, sebuah kompilasi indie pop yang dirilis oleh label Jepang, Quince Records, pada tahun 2004.
Setelah perilisan tersebut, kedua personel kemudian menempuh jalan musik yang berbeda. Joseph melanjutkan karier dengan tampil bersama Santamonica dan Direct Action, sekaligus memproduseri sejumlah artis melalui label miliknya, Sinjitos Collective.
Sementara itu, Merdi membangun reputasi sebagai DJ dan turut mendirikan Diskoria, grup yang dikenal karena merevitalisasi dunia klub Indonesia dengan set musik yang sepenuhnya menggunakan lagu-lagu Indonesia.
Secara musikal, Showbiz memadukan lanskap suara yang ethereal dengan melodi yang memikat. Musik Showbiz menangkap keintiman sekaligus keluasaan, terinspirasi dari melankolia yang berkilauan ala Blueboy, romantisme samar dari The Radio Dept., dan kepekaan pop yang canggih ala The Aluminum Group.
Ditambah dengan denyut ritmis ala New Order, urgensi lantai dansa ala LCD Soundsystem, dan tekstur kaya dengan feedback ala My Bloody Valentine, musik Showbiz terasa sekaligus bernostalgia dan futuristik, sebuah tenunan suara yang kaya tekstur.
Pada 2024, dua dekade setelah kolaborasi awal, Joseph dan Merdi bertemu kembali di Joyland Festival Jakarta saat menyaksikan penampilan band favorit, Blueboy.
Pertemuan tersebut menghidupkan kembali semangat kreatif, yang kemudian membawa Showbiz untuk menulis materi baru untuk album penuh yang akan dirilis pada 2025. (ded/jpnn)
Redaktur & Reporter : Dedi Yondra