Bangkitkan Semangat Kemerdekaan, 9 Film Perjuangan Ini Layak Ditonton

Selasa, 17 Agustus 2021 – 16:45 WIB
Cuplikan film Wage. Foto: Antara/Opshid Media.

jpnn.com, JAKARTA - Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia kembali harus dilakukan di rumah tanpa ada kemeriahan seperti sebelum pandemi.

Meski demikian, semangat perjuangan jangan sampai ikut turun. Sebab, ada sederet film perjuangan yang mampu membangkitkan rasa cinta tanah air.

BACA JUGA: 4 Aktor Muda Diangkat Jadi Duta Festival Film Indonesia 2021

Tokoh-tokoh yang digambarkan dalam film tersebut pun bisa membuat orang terinspirasi sekaligus mengenal sosok pahlawannya.

Pengin tahu film-film apa sih? Yuk, simak rangkuman beberapa film nasionalisme yang bisa ditonton di rumah.

BACA JUGA: Ini Makna Hari Kemerdekaan Bagi Krisdayanti

Perburuan

Film yang diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer ini bercerita tentang enam bulan setelah kegagalan PETA melawan Jepang. Hardo (Adipati Dolken) diburu oleh tentara Jepang karena dianggap sebagai otak dari pemberontakan.

Dalam sebuah pengejaran selama satu hari dan satu malam menjelang proklamasi kemerdekaan, sebuah drama perjuangan terungkap. Kekejaman Jepang, pengkhianatan ayah tunangannya serta sahabat tak membuat Hardo patah semangat merebut kemerdekaan.

BACA JUGA: Begini Perayaan 17 Agustus Ala Keluarga Hanung Bramantyo

Wage

Film ini merupakan biografi dari pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya", Wage Rudolf Soepratman yang dirilis pada 2017. Lagu ini pertama kali dikumandangkan pada 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda 2 atau yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Dalam pembuatannya, lagu "Indonesia Raya" merupakan perwujudan dari bangkitnya kesadaran pemuda-pemuda Indonesia dalam melawan penjajah. Semangat itulah yang membuat Wage berani meninggalkan segala kemewahan yang didapatnya di Makassar dan kembali ke tanah Jawa.

Wage kemudian aktif dalam pergerakan kemerdekaan dan menjadi jurnalis sebagai penyambung suara rakyat. Film ini juga memperlihatkan Wage yang ditahan oleh Belanda karena terlalu vokal dan hingga akhir hayatnya yang menderita penyakit paru-paru.

Film arahan sutradara John De Rantau ini dibintangi oleh Rendra Bagus Pamungkas dan Prisia Nasution.

Guru Bangsa Tjokroaminoto

Film yang dirilis pada 2015 ini berkisah tentang perjuangan Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto yang menyadarkan masyarakat untuk merebut kemerdekaan.

Kala itu, pendidikan masih minim, rakyat miskin di mana-mana dan tidak ada sekolah untuk rakyat. Tjokroaminoto pun mendirikan organisasi Sarekat Islam untuk melakukan aksi dan sosialiasi yang tujuannya mengajak masyarakat terlibat dalam usaha kemerdekaan.

Film ini dibintangi oleh Reza Rahardian (Tjokroaminoto), Alex Abbad (Abdullah), Putri Ayudya (Soeharsikin), Maia Estianty (Mrs. Mangoenkoesoemo), Didi Petet (Haji Hasan), Chelsea Islan (Stella) dan lainnya. Film ini juga disutradarai oleh Garin Nugroho.

Jendral Soedirman

Film garapan Viva Westi ini berkisah tentang Jendral Soedirman (Adipati Dolken) yang melawan Belanda secara gerilya meski sedang sakit paru-paru.

Dalam film ini memperlihatkan taktik dan strategi perjuangan Jendral Soedirman yang membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu. Dia juga bersembunyi di balik hutan-hutan Jawa untuk melakukan penyerangan.

Sang Kiai 

Film yang dirilis pada 2013 ini mengangkat kisah dari KH Hasyim Asyari (Ikranagara) yang merupakan sosok di balik berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Saat itu, ia menolak melakukan Seikerei (menghormati matahari) karena hal tersebut menyimpang dari agama Islam.

Melihat permasalahan tersebut, KH Wahid Hasyim (Agus Kuncoro) mencari jalan diplomasi dengan pihak Jepang untuk membebaskan sang ayah yang ditangkap. Namun pria bernama Harun (Adipati Dolken) berpendapat lain dan mencoba mengusir penjajah dengan kekerasan yang justru membuat banyak korban jiwa dari Indonesia.

Soekarno

Film yang sempat menjadi kontroversi ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo pada 2013. Dibintangi oleh Ario Bayu film ini berkisah tentang masa kecil Presiden pertama RI yang bernama Kusno, masa remaja, kisah cinta hingga saat memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Dalam film tersebut juga ditampilkan pidato-pidato Soekarno yang membakar semangat nasionalisme, masa-masa pengasingan hingga detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia yang membuat haru.

Soegija

Film yang dirilis pada 2012 ini menceritakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang mengambil latar tahun 1940-1949. Saat itu, Belanda yang tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan kembali menyerang dengan mengirimkan tentara-tentara mereka.

Soegija yang merupakan seorang uskup agung pun menulis kekejaman Belanda ini ke media Amerika, sehingga berpengaruh terhadap kemerdekaan Indonesia.

Trilogi "Merah Putih"

Film ini berlatar belakang tahun 1947, yang mengisahkan tentang para pemuda dari berbagai suku yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Tanah Air.

Trilogi Merah Putih dibintangi oleh Darius Sinathrya (Marius), Donny Alamsyah (Tomas), Rahayu Saraswati (Senja), Lukman Sardi (Amir), Joe Sims (Sergeant De Graffe).

Film pertama dirilis pada 2009, menyusul sekuel selanjutnya Darah Garuda pada 2010 dan Hati Merdeka 2011.

Tjoet Nja' Dhien

Film yang dibintangi Christine Hakim dan Slamet Rahardjo ini menceritakan perjuangan pahlawan Aceh, Tjoet Nja' Dhien dalam melawan penjajahan Belanda.

Perlawanan rakyat Aceh kala itu menjadi perang terpanjang dalam sejarah penjajahan Belanda. Tak hanya mengisahkan strategi yang diambil oleh Tjoet Nja' Dhien dan dilema yang dihadapinya sebagai pemimpin, tapi juga menampilkan kalutnya tentara Belanda melawan rakyat Aceh.

Selain itu ada juga film perjuangan lainnya, seperti Kartini, Buya Hamka dan Ahmad Dahlan. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler