Bangun Perpusda, Pemkot Semarang Mengajukan Anggaran Rp 10 Miliar ke Perpusnas RI

Jumat, 26 Januari 2024 – 15:55 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (bergaun hijau), didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto (kanan), dan Kepala Dinas Arpus Kota Semarang Endang Sarwiningsih. (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)

jpnn.com - SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), berencana membangun perpustakaan daerah (perpusda) pada 2025.

Pemkot Semarang telah mengajukan anggaran Rp 10 miliar yang dibutuhkan untuk pembangunan perpusda kepada Perpustakaan Nasional RI.

BACA JUGA: Anies Bakal Bangun Perpustakaan Bertaraf Internasional di Daerah-Daerah

Menurut Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Pemkot Semarang telah membuat desain rencana pembangunan perpusda.

Desain itu sudah diajukan ke Perpusnas RI.

BACA JUGA: Prabowo-Gibran Ingin Bangun Perpustakaan dan Taman Bacaan, Ini Tujuannya

Namun, kata dia, desain yang diajukan dianggap belum sesuai oleh tim survei.

Oleh karena itu, pihaknya akan membuat ulang desain untuk kemudian diajukan lagi pada tahun ini.

BACA JUGA: Perpusnas Tajamkan Program 2024 untuk Wujudkan Budaya Literasi

Dengan pengajuan kembali desain perpusda, orang nomor satu di Kota Semarang itu berharap bahwa masyarakat Kota Atlas sudah bisa memiliki perpusda yang lebih baik pada 2025.

"Kemarin dari perpusnas berubah keputusannya. Saat lalu, kami sudah oke. Tempatnya sudah kami buat. Ternyata, katanya tidak sesuai, sehingga akan diajukan lagi untuk 2025," katanya di Semarang, Jumat (26/1).

Dia mengakui Kota Semarang belum memiliki perpustakaan yang besar. Namun, katanya, Perpustakaan Kota Semarang sudah menerapkan digitalisasi yang bisa diakses di mana pun, serta ada percontohan perpustakaan di setiap kecamatan.

Tidak hanya gedung perpustakaan, Pemkot Semarang pada 2025 juga berencana membangun Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) agar lebih bagus dan representatif karena arsip sangatlah penting.

"Dengan kantor lebih besar, bisa membuat nyaman masyarakat. Nanti untuk perpustakaan akan menggunakan anggaran DAK (dana alokasi khusus). Rencananya, (dibangun, red.) di Srondol," katanya.

Kepala Dinas Arpus Kota Semarang Endang Sarwiningsih mengatakan bahwa Perpustakaan Kota Semarang saat ini masih bergabung dengan Kantor Kecamatan Banyumanik.

Karena itu, pihaknya berencana mengajukan anggaran DAK ke Perpusnas RI untuk pembangunan perpusda yang diharapkan bisa terealisasi pada tahun depan.

"Insyaallah 2025 diharapkan bisa berdiri bangunan perpustakaan di Jalan Setia Budi, Srondol. Anggaran yang diajukan Rp 10 miliar," katanya.

Rencananya, kata dia, perpustakaan tersebut memiliki 12 ruangan yang diperuntukkan untuk ruangan anak-anak, lanjut usia, dewasa, difabel, tunanetra, hingga audio visual.

"Kami akan membangun perpustakaan berstandar nasional mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 43/2007. Ada 12 ruangan, ada ruangan anak-anak, lansia, dewasa, difabel, tunanetra, dan sebagainya, termasuk audio visual," ungkapnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler