Banjir Darah di Markas Angkatan Laut, FBI Curiga Pelaku Teroris

Senin, 09 Desember 2019 – 18:45 WIB
Agen FBI. Foto: Reuters

jpnn.com, JACKSONVILLE - FBI menduga penembakan yang menyebabkan tiga orang tewas di pangkalan Angkatan Laut Pensacola beberapa waktu lalu sebagai aksi terorisme. Seperti diketahui, pelaku adalah personel Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi berpangkat letnan dua.

"Kami bekerja dengan anggapan bahwa ini merupakan aksi terorisme," kata Rachel Rojas, agen khusus yang bertanggung jawab atas kantor FBI di Jacksonville, Florida.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Banjir Darah di Markas Angkatan Laut Hingga Gebrakan Erick Thohir

FBI telah mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Mohammed Alshamrani, 21 tahun, personel militer Arab Saudi yang berada di pangkalan tersebut untuk menjalani pelatihan penerbangan.

Rojas mengatakan pelaku yang telah ditembak mati oleh polisi tersebut menggunakan pistol Glock yang dibeli secara legal.

BACA JUGA: Banjir Darah di Markas Angkatan Laut, Empat Tewas Mengenaskan

"Saat ini kami memperkirakan ada satu pria bersenjata yang melakukan serangan ini dan tidak ada penangkapan yang dilakukan dalam kasus ini," kata Rojas kepada wartawan.

"Kami sedang berusaha keras untuk mengungkap motifnya dan saya minta Anda bersabar agar kami dapat melakukannya dengan benar."

BACA JUGA: Angkatan Laut Rusia Borong 480 Senjata Baru, Persiapan Perang?

Rojas juga mengatakan bahwa ada beberapa pelajar asal Arab Saudi yang dekat dengan pelaku penembakan dan mereka sedang bekerja sama dengan pihak penyelidik.

"Atasan Arab Saudi mereka melarang mereka datang ke pangkalan, dan pemerintah Saudi telah berjanji untuk sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan kami," kata dia. (Xinhua/ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler