Banjir Darah di Turnamen Video Game Florida, Apa Motifnya?

Selasa, 28 Agustus 2018 – 07:07 WIB
Ilustrasi pistol. Foto: AFP

jpnn.com, FLORIDA - Polisi dan agen FBI menggeledah kediaman David Katz di South Baltimore, Negara Bagian Maryland, Amerika Serikat (AS), pada Minggu malam (26/8).

Beberapa jam sebelumnya, pemuda 24 tahun itu menembaki para peserta turnamen online game Madden NFL 19 di GLHF Game Bar. Dia menembak mati dua orang sebelum bunuh diri.

BACA JUGA: Mantan Capres AS John McCain Meninggal Dunia

Keseruan para peserta turnamen buyar karena suara tembakan. Suasana arena kompetisi di dalam gerai Chicago Pizza, Jacksonville Landing Mall, Negara Bagian Florida, itu langsung gempar. Katz yang tercatat sebagai salah seorang peserta melepaskan tembakan membabi buta. Dua nyawa melayang.

Hingga kemarin (27/8), polisi masih bungkam soal insiden tersebut. Mereka berdalih investigasi sedang berlangsung. Penyelenggara kompetisi pun tidak mau buka mulut. "Kami bekerja sama dengan otoritas terkait," kata juru bicara Electronic Arts Inc, panitia Madden NFL 19.

BACA JUGA: Trump: Saya Dimakzulkan, Amerika Akan Jatuh Miskin

Selain menewaskan dua orang, berondongan timah panas Katz mengakibatkan 11 korban lain terluka. Setelah puas menembaki para peserta, Katz bunuh diri.

Dua korban tewas juga tercatat sebagai peserta turnamen. Mereka adalah Eli Clayton yang beralamat di Woodland Hills, Negara Bagian California, dan Taylor Robertson yang berasal dari Ballard, Negara Bagian West Virginia.

BACA JUGA: Trump Terpojok, Demokrat Siapkan Pemakzulan

Tidak diketahui apakah Katz mengenal para korban. Reuters melaporkan bahwa Robertson adalah pemenang turnamen tahun lalu. Sedangkan Katz adalah pemenang kompetisi tahun sebelumnya. (sha/c11/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Trump Singkirkan Semua Perabot Pilihan Ibu Negara


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler