Banjir Mengancam, Museum Louvre Pindahkan Koleksi

Sabtu, 04 Juni 2016 – 07:56 WIB
ISELAMATKAN: Sejumlah patung dan benda seni koleksi Louvre yang tersimpan di basement dipindah ke lantai atas untuk antisipasi karena banjir sudah menggenangi beberapa lokasi di sekitar museum. Rencananya, Presiden Francois Hollande mendeklarasikan situasi darurat bencana di negerinya pekan depan. FOTO: GEOFFROY VAN DER HASSELT/AFP PHOTO

jpnn.com - PARIS – Hujan deras terus mengguyur Prancis beberapa hari terakhir. Hal itu membuat Sungai Seine penuh, bahkan nyaris meluap. Ancaman banjir itu tak hanya membuat warga sibuk mengungsi, tapi juga membuat pengelola Museum Louvre dan Museum Orsay kewalahan. Sebab, mau tidak mau, mereka harus memindahkan koleksi seni yang ada di basement

’’Andai kata tidak terjadi banjir pun, pihak museum tetap harus memindahkan koleksi yang ada di ruang bawah tanah ke tempat yang lebih tinggi,’’ ucap Bruno Julliard, wakil wali kota Paris, dalam wawancara dengan stasiun radio France Inter

BACA JUGA: Masih Misterius, Bagaimana Bocah yang Hilang di Hutan itu Bisa Selamat

Kemarin (3/6) ketinggian air Sungai Seine melebihi ambang batas normal. Ketinggian air di sungai sepanjang 777 kilometer itu hampir mencapai 6 meter. 

Jika ketinggian terus bertambah hingga lebih dari 6 meter, Sungai Seine bakal meluap dan merendam wilayah di sekitarnya. Termasuk Louvre dan Orsay yang terletak tak jauh dari sungai besar tersebut. 

BACA JUGA: LUAR BIASA! Dunia Terkagum-kagum Melihat Kehebatan Prajurit TNI, Nih Fotonya

Julliard mengatakan, sejumlah ruas jalan yang posisinya lebih rendah dari sungai serta satu jalur komuter bawah tanah telah ditutup. Dia tidak mau banjir yang sudah merenggut satu nyawa itu kembali memakan korban jiwa. 

Ribuan warga yang tinggal di dekat sungai sudah mengungsi. Pemerintah setempat juga meliburkan puluhan sekolah yang berada di wilayah utara Kota Paris. 

BACA JUGA: TOP! TNI Kembali Unjuk Kehebatan pada Hari Pasukan Perdamaian PBB

Selain itu, sejumlah besar personel militer dikerahkan ke ibu kota untuk membantu mobilisasi warga. Para serdadu itu berjaga di jalan raya dan pusat-pusat keramaian. Mereka membantu warga mendorong mobil yang terkepung banjir atau mogok. 

Menteri Lingkungan Hidup Segolene Royal menyatakan, ketinggian air di Seine hampir menyamai rekor yang tercatat pada 1910 silam. Ketika itu, Seine meluap setelah ketinggian airnya mencapai 8,6 meter. 

’’Fakta yang lebih menyedihkan adalah genangan air banjir ini akan butuh waktu yang sangat lama untuk surut,’’ kata Royal. 

Dia memperkirakan genangan air surut dalam hitungan pekan. Karena butuh waktu lama untuk memulihkan kondisi Paris dan sekitarnya, dia mengimbau warga tetap waspada. 

Sebab, masa pemulihan hingga air benar-benar surut bisa jadi akan memakan korban jiwa. (AFP/Reuters/hep/c17/any) 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Petir Menerjang, 16 Orang Tewas, 21 Ternak Mati


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler