Banjir Rendam Ibukota Kaltara Mulai Surut

Sabtu, 14 Februari 2015 – 02:55 WIB
Kondisi banjir yang menerjang ibukota Provinsi Kaltara, Kota Tanjung Selor, terlihat mulai surut pada Jumat (13/2). Meski demikian, status tanggap darurat bencana banjir belum dicabut. Foto: Khaeruddin Elang Geo/Radar Tarakan/JPNN

jpnn.com - TANJUNG SELOR - Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), mulai surut.

Di ibukota kabupaten yang juga merupakan  ibukota Provinsi Kaltara, Kota Tanjung Selor misalnya, pantauan pada Jumat (13/2) pagi, hanya beberapa ruas jalan yang ketinggian air masih selutut. Seperti seputaran Jalan Kolonel Soetadji,  Jl. Ahmad Yani, Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Rambutan, dan Jl. Semangka.

BACA JUGA: Pulang Kerja Istri tak Ada, Rupanya Dibawa Kabur Tetangga

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Harianto menyampaikan, sejak pagi hingga sore pihaknya bersama TNI dan Polri melakukan monitoring dengan menggunakan kapal amfibi yang didatangkan dari Tarakan. Meski banjir di sebagian wilayah telah surut, namun status tanggap darurat banjir belum dicabut.

"Kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap selalu waspada," ujar Harianto kepada Radar Tarakan (Grup JPNN.com), Jumat (13/2).

BACA JUGA: Malam Valentine, Kos dan Hotel Melati Bakal Disisir

Aktivitas di Pelabuhan Kayan II di Jl. Sabanar Lama juga kembali normal. Sejumlah speedboat reguler terlihat mulai beroperasi. Pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bulungan menyampaikan, sejak banjir menerjang Tanjung Selor sebenarnya tidak ada instruksi dari instansi tersebut agar speedboat tiak beroperasi.

"Hanya inisiatif mereka saja karena pertimbangan bahwa penumpang kurang dari 20 orang, arus sungai juga sangat deras dan beberapa kru speedboat juga terkena banjir,” kata Kepala Bidang Perhubungan Laut dan Sungai Dishubkominfo Bulungan, Haen Hasan.

BACA JUGA: Waduh! Gara-gara Diputus Pacar, Jadinya Kayak Begini

Meski kembali beroperasi, Hasan mengimbau kepada operator speedboat untuk menyiapkan peralatan keamanan bagi penumang.

"Saya imbau kepada mereka agar tetap menyediakan life jacket dan dipegang oleh para penumpang, karena air sungai masih deras,” pesannya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, dr Aryani Arsyad mengimbau kepada warga waspada terhadap beberapa penyakit yang bisa muncul pascabanjir.

“Ya pascabanjir ini penyakit akan rentan bagi masyarakat, bisa penyakit kulit, diare dan sebagainya. Karena itu, kami mengimbau untuk memperhatikan kesehatan dan petugas kami juga akan tetap disiagakan bagi masyarakat,” ujarnya.(*/keg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gara-Gara Bau Pesing, Bupati Banyuwangi Gelar Festival Toilet


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler